BoemiPoetro's Reading List
2 stories
TERRA by BoemiPoetro
BoemiPoetro
  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Terlempar ke planet Titan dan terbangun di hamparan dunia bernama TERRA adalah awal dari bencana paling absurd bagi Kael. Bukan hanya karena dia kehilangan seluruh ingatannya akibat amnesia total, melainkan karena dia terpaksa bertahan hidup di bawah satu kebohongan fatal: Mengaku sebagai penyihir jenius demi bisa bertahan hidup di Guild Petualang! Sialnya, Kael aslinya adalah pemuda penakut setengah mati, wadah mananya bocor halus, dan dia menderita "mabuk batu kuarsa" yang membuatnya hobi muntah-muntah di saat genting. Di dunia di mana sihir ditentukan oleh presisi geometri visual, tangan Kael yang gemetaran selalu gagal menggambar lingkaran sempurna. Alih-alih membuat tameng pelindung agung, sirkel sihirnya selalu peyang mirip kentang rebus yang berujung meledak di wajahnya sendiri! Akankah Kael berhasil memulihkan ingatannya? Atau dia justru akan mati konyol sebagai penyihir palsu dengan reputasi "Ahli Pingsan Profesional"?
MASA by BoemiPoetro
BoemiPoetro
  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Ini adalah cerita tentang seorang bocah yang lahir di kota pelabuhan. Tentang Bapaknya yang pergi dan tidak pernah kembali. Tentang Ibuknya yang menyalakan pelita setiap malam, menunggu kapal yang mungkin sudah karam di dasar samudra. Tentang tiga adik yang harus dijaganya-Sekar yang periang, Bagas yang pendiam, Dimas yang susah disuruh mandi. Tentang empat kucing yang tidur di perpustakaan, dan sebongkah batu putih yang berbisik dari balik kaca. Ini juga cerita tentang seorang gadis bernama Maya. Putri seorang Pandita. Perempuan yang lebih pintar dari kebanyakan pria, lebih berani dari yang disangkanya, dan cukup gila untuk jatuh cinta pada seorang pedagang yang bahkan belum punya gelar. Tapi lebih dari segalanya, ini adalah cerita tentang waktu. Tentang bagaimana waktu bisa meregangkan rindu menjadi bertahun-tahun, dan memadatkan kebahagiaan menjadi satu sore di pasar. Tentang bagaimana waktu bisa menumbuhkan seorang bocah menjadi laki-laki, dan meluruhkan laki-laki menjadi kenangan. Tentang pelita yang terus menyala, meskipun yang dinanti tak kunjung tiba. Selamat datang di Naraka. Kota yang tidak pernah tidur. Kota yang bermimpi bahkan ketika matanya terbuka. Dan selamat berkenalan dengan Arkan. Dia bukan pahlawan. Dia hanya seorang bocah yang mencoba menepati janjinya.