BoemiPoetro
Ini adalah cerita tentang seorang bocah yang lahir di kota pelabuhan. Tentang Bapaknya yang pergi dan tidak pernah kembali. Tentang Ibuknya yang menyalakan pelita setiap malam, menunggu kapal yang mungkin sudah karam di dasar samudra. Tentang tiga adik yang harus dijaganya-Sekar yang periang, Bagas yang pendiam, Dimas yang susah disuruh mandi. Tentang empat kucing yang tidur di perpustakaan, dan sebongkah batu putih yang berbisik dari balik kaca.
Ini juga cerita tentang seorang gadis bernama Maya. Putri seorang Pandita. Perempuan yang lebih pintar dari kebanyakan pria, lebih berani dari yang disangkanya, dan cukup gila untuk jatuh cinta pada seorang pedagang yang bahkan belum punya gelar.
Tapi lebih dari segalanya, ini adalah cerita tentang waktu.
Tentang bagaimana waktu bisa meregangkan rindu menjadi bertahun-tahun, dan memadatkan kebahagiaan menjadi satu sore di pasar. Tentang bagaimana waktu bisa menumbuhkan seorang bocah menjadi laki-laki, dan meluruhkan laki-laki menjadi kenangan. Tentang pelita yang terus menyala, meskipun yang dinanti tak kunjung tiba.
Selamat datang di Naraka. Kota yang tidak pernah tidur. Kota yang bermimpi bahkan ketika matanya terbuka.
Dan selamat berkenalan dengan Arkan. Dia bukan pahlawan. Dia hanya seorang bocah yang mencoba menepati janjinya.