Daftar Bacaan NabilaZahra-K
3 historias
099 por papercutscars
papercutscars
  • WpView
    LECTURAS 6,602,945
  • WpVote
    Votos 367,955
  • WpPart
    Partes 44
Saint Dymphna bukan rumah sakit biasa, tempat itu adalah kuburan bagi orang hidup. Dan di Sektor 9, di sel isolasi terdalam, mendekam Kairos Valerian, ia adalah seorang jenius, miliarder, dan psikopat yang membantai keluarganya sendiri tanpa membunuh mereka. ​Semua orang tahu aturan mainnya. Jangan menatap matanya. Jangan bicara padanya. Dan demi Tuhan, jangan pernah merasa kasihan padanya. ​Elena, dokter baru yang naif dengan hati selembut kapas, melanggar satu aturan fatal itu. Ia melihat Kairos kedinginan, dan dengan hatinya yang lembut memberikannya selimut. ​Elena mengira ia sedang menyelamatkan seorang pasien yang tersiksa. Ia tidak sadar, bahwa ia baru saja memberikan undangan VIP kepada Iblis untuk masuk ke dalam hidupnya. Kairos tidak butuh diselamatkan. Ia hanya bosan... dan Elena adalah mainan baru yang sempurna untuk dimainkan. ​"Lari, Elena. Sebelum kau sadar bahwa pintu sel itu tidak pernah benar-benar terkunci." ⚠️WARNING 18+ content many disturbing, adult, violent scenes
Es Potong dari Kota Sekedipan Mata [ONE SHOT] por Cartoonize
Cartoonize
  • WpView
    LECTURAS 10,019
  • WpVote
    Votos 1,654
  • WpPart
    Partes 1
[cerita pendek] Untuk kesekian kalinya tanganku meraih tengkuk leher, mengusapnya sejenak sembari berjalan melewati gerbang sekolahku yang selalu terlihat kukuh bagi orang awam lalu-lalang, yang berbisik riuh, berhenti sejenak lalu menerka-nerka seberapa megahnya kira-kira sekolah ini terlihat dari dalam. Ah, cuacanya panas. Bel tanda pulang belum berbunyi, tetapi dengan ringannya aku melenggang keluar, menuju gerobak penjual es potong yang tampak menjanjikan.
Hujan Bulan Desember por sebaitrasa
sebaitrasa
  • WpView
    LECTURAS 102,951
  • WpVote
    Votos 10,698
  • WpPart
    Partes 21
Desember di tahun-tahun sebelumnya, setiap hujan turun bersama angin, akan selalu ada dua gelas teh dan susu hangat di meja. Ada suara berisik di dapur dari Mama yang sibuk memasak untuk mereka. Ada samar-samar suara tawa dari ruang tengah saat Papa menonton acara komedi di televisi. Desember di tahun-tahun sebelumnya, hujan yang dingin itu bahkan masih terasa hangat. Namun, Desember tahun itu, di antara rintik hujan yang jatuh dengan gaduh, di sela-sela angin yang datang memecah kabut, tiba-tiba segalanya berubah. Tidak ada satu pun gelas di meja. Tidak ada masakan Mama yang disiapkan untuk makan malam. Tidak ada televisi yang menyala. Dan tidak ada suara tawa Papa. Desember tahun itu, hujan turun lebih kencang. Terlalu kencang, hingga seisi rumahnya berantakan. _______ Cover by Dta_Graphic