_katalangit
- Reads 2,523
- Votes 412
- Parts 22
Ketika tentara Jepang mengambil alih kota Solo, ketakutan menyebar lebih cepat daripada kabar perang. Pemuda-pemuda diangkut menjadi romusha, rakyat dipaksa tunduk, dan suara perlawanan perlahan dibungkam.
Namun, tidak semua orang memilih diam.
Raden Mas Baskara Suryalaga-anak bungsu keluarga bangsawan Mangkuningrat-diam-diam menyalakan perlawanan melalui tulisan-tulisan yang beredar dari tangan ke tangan, membangunkan keberanian rakyat yang lama hidup dalam ketakutan.
Tapi, penjajah bukan satu-satunya musuh. Di balik tembok kekuasaan dan darah yang sama, Baskara mulai menyadari bahwa pengkhianatan bisa tumbuh dari keluarga sendiri.
Sementara itu, satu janji terus diulang kepada rakyat-tentang gadis-gadis yang katanya akan dijanjikan pulang.
Janji yang semakin lama... justru terdengar seperti kebohongan.