We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bukan Series
2 stories
The Boss; Xan's {End} by Jeratanya
Jeratanya
  • WpView
    Reads 22,809
  • WpVote
    Votes 1,241
  • WpPart
    Parts 66
Bagi seorang pembunuh bayaran, memiliki wanita yang dicintainya bukanlah tentang melepaskan, melainkan tentang mengunci sang target di dalam keabadian. Dr. Winona Ryder (29 tahun) mengira dia cukup tangguh untuk menjinakkan monster di ruang terapi CAMH Toronto. Sebagai psikiater lulusan terbaik Oxford, dia yakin Xander Devereux (29 tahun) seorang pencuri elite sekaligus pembunuh bayaran paling ditakuti, hanya sedang bersandiwara memalsukan penyakit jiwanya demi lolos dari vonis hukum. Winona datang untuk membongkar kedoknya. Namun, di dalam ruangan kedap suara itu, sang predator justru berbalik mendominasi. Bagi Xander, psikiater mudanya yang dingin dan anggun ini bukanlah seorang dokter, melainkan muse terindah yang harus dia miliki. Lewat tatapan mata yang posesif dan permainan mental yang mengintai setiap gerak-geriknya, Xander menjerat Winona ke dalam labirin obsesi yang gelap, intim, dan mematikan. Dia mendikte pikiran Winona, meracuni kewarasannya, dan menuntut penyerahan diri yang absolut. Terjebak dalam ketegangan seksual dan psikologis yang berbahaya, Winona perlahan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Dia terikat pada pria yang tangan aslinya telah berlumuran darah. Winona tidak pernah tahu, bahwa jatuh cinta pada Xander berarti berjalan sukarela menuju lantai 52 penthouse mewahnya di mana sebuah kegilaan murni telah menantinya di dalam ruangan yang paling dingin. Saat batas antara cinta dan bahaya melebur, bersiaplah untuk dikunci dalam kegelapan.
Executive Obsession {End} by Jeratanya
Jeratanya
  • WpView
    Reads 33,354
  • WpVote
    Votes 1,798
  • WpPart
    Parts 66
Bagi Solene Morel, gedung nomor 12 seharusnya menjadi gerbang menuju impiannya. Namun, ketiadaan satu huruf-B-justru menyeretnya ke depan pintu eboni yang menganga seperti rahang neraka. Di sana, di balik kemegahan yang dingin, Solene melihat Richard Moreau mencabut nyawa dengan tangan yang biasanya menciptakan keindahan. Richard adalah hukum. Richard adalah penguasa industri mode yang rancangannya hanya disentuh oleh kulit royalti. Namun, saat mata mereka bertemu, Solene tidak menemukan jiwa seorang seniman. Ia menemukan sosiopat yang penuh perhitungan, pria yang melihat manusia tak lebih dari sekadar kain untuk dibentuk. Kini, Solene bukan lagi seorang magang. Ia adalah milik Richard-sebuah rahasia yang dikurung dalam labirin mewah, di mana garis antara rasa takut dan gairah mulai memudar di bawah dominasi sang monster aristokrat.