woomen08
- Reads 3,671
- Votes 417
- Parts 4
Aku selalu hidup dengan rencana rapi, teratur, dan tanpa ruang untuk kekacauan. Namun semua berubah sejak Carmen, perempuan yang kucintai dengan seluruh hatiku, mengandung anak kami.
Hari-hari kami dipenuhi tawa, panik, lelah, dan cinta yang terus tumbuh pelan-pelan. Aku belajar bahwa cinta tidak selalu lembut kadang ia hadir sebagai permintaan aneh di tengah malam, tangisan karena sulit tidur, atau diam panjang karena mual.
Aku pikir aku siap.
Aku pikir aku kuat.
Tetapi ternyata menjadi suami dan calon ayah bukan soal kesiapan melainkan soal tetap ada... meskipun semuanya tidak berjalan sesuai rencana.