Poem, Poet, Poetry
4 stories
Blessed. by bl0nd_oce4n
bl0nd_oce4n
  • WpView
    Reads 107
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
Suasana auditorium malam itu begitu riuh. Suara dengung ratusan siswa yang memenuhi ruangan luas itu memantul di dinding-dinding tinggi, menciptakan kebisingan yang membuat Sheina ingin segera pergi. Di atas panggung, persiapan acara penutupan tahunan sekolah sedang sibuk-sibuknya, kabel-kabel melintang dan sorot lampu panggung mulai diuji coba. Sheina duduk di barisan tengah, asik mengobrol dengan teman temannya, sampai sebuah suara bariton yang rendah namun jernih menginterupsi pendengarannya melalui pengeras suara. Ia mendongak. Di atas sana, seorang siswa laki-laki sedang berdiri di depan mic, menguji suara sambil memetik senar gitar dengan jemari yang tampak tenang. Cahaya lampu auditorium yang kuning keemasan jatuh tepat di bahunya, menciptakan siluet yang seolah memisahkan laki-laki itu dari keriuhan di sekitarnya. Hanya butuh satu petikan lagu yang lembut untuk membuat Sheina terpaku. Di tengah keramaian manusia, tiba-tiba dunia terasa sunyi, menyisakan ia dan melodi yang sedang dimainkan di depan sana. Untuk pertama kalinya, Sheina merasakan dadanya bergemuruh karena rasa kagum yang asing dan menyesakkan. Ia tak tahu siapa nama laki-laki itu, tapi ia tahu bahwa setelah hari ini, sudut auditorium itu akan selalu punya cerita di ingatannya.
bukan ji novel ini by CanopyTulip
CanopyTulip
  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 7
dilarang memplagiat. Cerita ini ditulis murni untuk kesenangan pribadi dan pelampiasan imajinasi di sela-sela kesibukan. sambarang baca / nda terserah
Moins Romantique by m4yoNICE
m4yoNICE
  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 10
Bisakah seorang Nadya yang tidak tahu cara mencintai, bertahan dalam sebuah cerita yang menuntutnya untuk menyerahkan seluruh rasa? #1 - no fiksi (06,06,26)
Chasing the Transfer Girl [ON GOING] by 1canshowy0ulovee_
1canshowy0ulovee_
  • WpView
    Reads 340
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 23
Sebagai murid pindahan di pertengahan semester, Alana mengira hari-harinya di sekolah baru akan berjalan asing dan membosankan. Namun, segalanya berubah total saat ia terpaksa duduk sebangku dengan Devan, cowok paling dingin dan acuh tak acuh satu sekolah yang mendadak berubah menjadi sangat protektif hanya kepadanya. Mulai dari pelukan erat yang tak disengaja di atas motor sport saat menerobos badai, hingga perhatian-perhatian kecil yang disembunyikan di bawah kolong meja kelas, Devan perlahan meruntuhkan seluruh dinding pertahanan hati Alana dengan caranya yang tak terduga. Di balik reputasinya yang tak tersentuh oleh murid lain, Devan selalu punya cara manis untuk membuat jantung Alana berdegup tidak karuan. Ketika hubungan mereka mulai menjadi pusat perhatian dan buah bibir di sepanjang koridor sekolah, Alana harus siap menghadapi debaran demi debaran yang terus diciptakan oleh teman sebangkunya itu. "Dev, lepasin... Banyak yang ngeliatin kita di koridor," bisik Alana panik, mencoba menarik tangannya dari genggaman erat cowok itu. Devan tidak melepaskannya. Ia justru mengeratkan tautan jemari mereka sambil terus melangkah tenang. "Biarin aja. Tugas mereka cuma ngeliat, tugas gue yang jagain lo."