derurindu
- Reads 912
- Votes 184
- Parts 7
"Kita nggak bisa maksa orang buat suka sama kita, Kamal."
Ada cinta yang lahir di tempat yang salah. Bukan karena ia tidak tulus, tapi karena dunia belum siap menerimanya.
Kamal Pramudya Aksara jatuh pada seseorang yang diciptakan semesta dengan terlalu hati-hati. Pada Janaka Hilmira Arasy yang matanya menyimpan terlalu banyak hal, yang namanya terdengar seperti puisi ketika diucapkan dengan benar, yang merasakan hal yang sama tapi memilih diam sebagai cara paling aman untuk bertahan.
Dan Janaka memang memilih diam.
Bukan karena tidak merasakan apa-apa, justru sebaliknya. Ia merasakan semuanya, terlalu dalam, terlalu nyata, sampai yang ia takuti bukan lagi perasaan itu sendiri, melainkan apa yang akan terjadi jika dunia melihatnya.
Ah.. ingin sekali ia memuja kasih tanpa harus memikirkan pandangan dunia tentang mereka.
Ini adalah kisah tentang dua orang yang mencoba menghangatkan satu sama lain di dunia yang sejak lama telah memutuskan untuk dingin terhadap mereka.
Tentang genggaman tangan yang dilepas terlalu cepat. Tentang perasaan yang valid, namun harus selalu bersembunyi.
Tentang cinta yang ada, nyata, hadir, berdenyut,
namun tidak pernah cukup bebas untuk bernama.
"Hil.. gue mau peluk lo, boleh? Please.."
Bahkan hal sesederhana itu pun membutuhkan keberanian yang tidak semua orang akan mengerti.
It gets harder, yes, you'll see..
But were we ever meant to be?
Mungkin semesta tahu jawabannya.
[#] keonhoon, bxb
start : 11 June 2026