A
2 stories
SETANGKAI TULIP DI BATAVIA (BL) by viktor541
viktor541
  • WpView
    Reads 39,405
  • WpVote
    Votes 3,676
  • WpPart
    Parts 8
⚠️*WARNING : INI BL, TIDAK DIANJURKAN UNTUK PARA HOMOPHOBIC*⚠️ Batavia, 1687. Kota yang dibangun di atas rawa dan duka. Lois Fin Bocah keturunan Belanda membenci Batavia - bahangnya, lumpurnya, tatap ibanya. Sampai ia menemukan Wira Pratama, bocah jalanan sekarat di balik gudang Kompeni. Bagi Wira, Lois adalah malaikat. Setangkai tulip pertama yang mekar di tanah berlumpur, terlalu suci untuk dunia. Maka Wira bersumpah menjaga dengan peluk yang risih, dengan setia yang melampaui titah tuan. Di bawah tatap angkuh sang paman dan panji VOC, keduanya saling berpegang. Peluk yang risih menjelma candu, setia lebih dari sumpah. Di tanah jajahan yang tak mengenal belas kasih, dua jiwa menautkan takdir: satu malaikat, satu penjaga. Dan cinta yang tumbuh diam-diam, lebih harum dari rempah.
Rotinya Dong, mas! [IndoNed] by vinEnakTau
vinEnakTau
  • WpView
    Reads 285
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 2
Namaku Indonesia. Atau, kalau kau cukup sering melihatku muncul tanpa diundang setiap pagi-pengganggu tetap di toko roti kecil itu. Aku datang, tentu saja, untuk roti. Setidaknya itu alasan yang paling mudah diucapkan. Padahal mataku selalu berhenti di tempat yang sama-di balik etalase, pada sosok tinggi dengan tatapan dingin yang bahkan tidak repot-repot menyembunyikan ketidaksukaannya padaku. Netherlands. Namanya sesingkat jawabannya. Sikapnya? Lebih pendek lagi. Tapi sayangnya, makin dia menolak, makin aku ingin tinggal lebih lama. "Kalau tidak membeli, jangan mengganggu," katanya datar, seperti biasa. Ah, kalau saja dia tahu-aku membeli, hanya bukan roti yang kumaksud. Aku tersenyum, sengaja, terlalu dekat, terlalu santai. Menguji batas yang bahkan tidak pernah dia izinkan untuk ada. Dan setiap kali dia mendesah pelan, setiap kali matanya berusaha menghindar, aku tahu satu hal pasti: dia belum mengusirku. Dan selama itu belum terjadi... aku akan terus kembali. Lagi. Dan lagi. -- ¡Indo Top, Ned bottom! [ BL btw ]