vinEnakTau
Namaku Indonesia. Atau, kalau kau cukup sering melihatku muncul tanpa diundang setiap pagi-pengganggu tetap di toko roti kecil itu. Aku datang, tentu saja, untuk roti. Setidaknya itu alasan yang paling mudah diucapkan. Padahal mataku selalu berhenti di tempat yang sama-di balik etalase, pada sosok tinggi dengan tatapan dingin yang bahkan tidak repot-repot menyembunyikan ketidaksukaannya padaku. Netherlands. Namanya sesingkat jawabannya. Sikapnya? Lebih pendek lagi. Tapi sayangnya, makin dia menolak, makin aku ingin tinggal lebih lama.
"Kalau tidak membeli, jangan mengganggu," katanya datar, seperti biasa. Ah, kalau saja dia tahu-aku membeli, hanya bukan roti yang kumaksud. Aku tersenyum, sengaja, terlalu dekat, terlalu santai. Menguji batas yang bahkan tidak pernah dia izinkan untuk ada. Dan setiap kali dia mendesah pelan, setiap kali matanya berusaha menghindar, aku tahu satu hal pasti: dia belum mengusirku. Dan selama itu belum terjadi... aku akan terus kembali. Lagi. Dan lagi.
--
¡Indo Top, Ned bottom!
[ BL btw ]