calestiano
- Reads 598
- Votes 119
- Parts 6
"Buka mata lo Noel, dan tatap gue. Gue sayang sama lo. Harus berapa kali gue bilang, kalau ada apa-apa cerita ke gue, lampiasin ke gue. Gue di sini ada buat lo."- Kevin Alvaro
"Gue yang nggak pantes buat lo, Vin! Gue yang kurang! Gue miskin, gue jelek, hidup gue hancur!"- Noel Adiksara
Bagi Noel Adiksara, hidup tak lebih dari sekadar bertahan hidup. Di balik seragam sekolahnya yang kebesaran dan masker hitam yang selalu menutupi wajahnya, Noel menyembunyikan lebam-lebam membiru dari pukulan ayah kandungnya dan realitas kemiskinan yang mencekik napas.
Kepindahannya ke SMA Pelita Bangsa bukanlah lembaran baru, melainkan sekadar pindah lokasi neraka. Di kelas XII MIPA 1 yang berisi murid-murid elit dan haus validasi, Noel adalah target paling mudah untuk dikoyak.
Ia memilih menjadi bayangan, menundukkan kepala, dan menerima semua penindasan dalam diam.
Hingga bayangan itu tertangkap oleh radar seorang Kevin Alvaro.
Duduk di puncak sekolah bak rantai makanan, Kevin memiliki segalanya: kekayaan, wajah rupawan, keluarga harmonis, dan kekuasaan absolut. Hidup Kevin terlalu sempurna hingga membuatnya dingin dan apatis terhadap sekitarnya. Namun, ketika matanya tak sengaja menatap sepasang netra hitam legam milik si anak pindahan-mata yang memancarkan keputusasaan dan ketakutan yang begitu pekat-ada sesuatu di dalam diri Kevin yang tanpa sadar terbangun.
Dua dunia yang saling bertolak belakang kini bertabrakan hebat. Noel yang membangun tembok trauma setinggi langit, harus berhadapan dengan Kevin yang secara diam-diam dan keras kepala terus menerobos masuk ke dalam hidupnya yang kelam.
Di tengah kejamnya fitnah teman-teman sekelas dan iblis berwujud ayah yang perlahan membunuhnya, mampukah Noel mempercayai uluran tangan Kevin? Atau ia akan membiarkan dirinya jatuh, tepat sebelum Kevin sempat menangkapnya?
Sebuah kisah tentang luka yang disembunyikan, tangis yang tak bersuara, dan cinta yang datang justru ketika kematian terasa jauh lebih menggoda.
-by;nathanaell