themeliaN
"Bagaimana jika sebuah surat yang selalu menguatkanmu... justru menjadi alasan hidupmu hancur?"
Tahun terakhir di Pesantren Darul Ulum seharusnya menjadi tahun yang paling indah sebelum delapan santri melangkah menuju kehidupan baru.
Kautsar, seorang Gus yang selalu dituntut menjadi sempurna. Nafisya, gadis sederhana yang menyimpan mimpi-mimpi besarnya dalam diam. Nadira, anak seorang donatur yang tampak kuat di balik senyumnya. Dan Royan santri yang terkenal dingin dan cuek.
Dan bersama Shani, Zara, Elyasa, serta Dzikri, mereka menghabiskan hari-hari terakhir dengan tawa, air mata, persahabatan, dan harapan yang perlahan mulai diuji.
Di sela-sela halaman sebuah kitab, seseorang diam-diam selalu meninggalkan surat bertinta emas.
Bukan surat cinta.
Melainkan doa, nasihat, dan kalimat-kalimat sederhana yang selalu datang di waktu yang tepat.
Hingga suatu hari...
Satu surat jatuh ke tangan yang salah.
Sejak saat itu, rahasia mulai terkuak, kepercayaan mulai retak, dan secara perlahan mereka menyadari bahwa hidup tidak hanya tentang mengejar cita-cita, tetapi juga tentang menjaga hati, menerima takdir, dan belajar merelakan.
Karena di bawah langit pesantren, tidak semua doa terucap, tidak semua perasaan dapat diungkapkan, dan tidak semua jejak tinta akan berakhir sebagai sebuah cerita.
Written by themeliaN
⚠️ DISCLAIMER
Karya ini murni hasil pemikiran dan pengalaman saya sendiri. Tidak ada unsur plagiat maupun dibuat dengan AI.
Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, kejadian, atau dialog itu murni ketidaksengajaan.
Cerita ini fiksi. Ambil hikmahnya, buang buruknya.
Terima kasih sudah membaca 🤍