Best Hisfict
1 story
Aksara Lara Niraksara by Aksara_Tarisastra
Aksara_Tarisastra
  • WpView
    Reads 287
  • WpVote
    Votes 46
  • WpPart
    Parts 5
"Dear My Raadsel, andai takdir mengizinkan, aku ingin menjadi nakhoda pada bahtera yang hanya bisa kita layarkan di samudra khayal."~Devries van Dietrich; pemuda blasteran keturunan Belanda-Jawa yang jatuh hati pada musuh abadinya selama menjabat sebagai Direktur Nederlandsch-Java Dietrich Cultuurmaatschappij (NJDC). Akan tetapi status Ayara yang hanya seorang pribumi kalangan jelata secara nyata menegaskan jurang penghalang afair keduanya lengkara bersama di hadapan takhta hierarki kasta. Manalagi prestise ideologi sang Kritikus Kritis Misterius sekaligus reputasi problematik aktivis gerilyawan pionir dekolonialisasi intelektual naungan Aghnivani, menjadikannya dilabeli sebagai buronan daftar hitam Dewan Sensor Pers Hindia Belanda-lantaran narasi argumentasinya yang subversif mampu memorak-porandakan stabilitas rezim di Surabaya era 1940. Dalam drama sosiopolitik yang dihiasi konflik perang psikologis dari rivalitas perseteruan antarinstansi hingga menjamah latar belakang interpersonal, Dev terjebak kebimbangan dilema moral yang memosisikan nuraninya di antara pilihan loyalitas keluarga ataukah ambisi nafsi yang mulai tergerus empati keberpihakan pada pribumi. Dua persimpangan yang kian menjebaknya dalam pusaran konspirasi penuh intrik, berujung pada perpisahan tragis tanpa titik temu di antara huru-hara jelang konfrontasi pengambilalihan kekuasaan oleh pendudukan Jepang di akhir kolonialisasi Hindia Belanda 1941. Lantas apakah aditokoh yang menghilang tanpa nama itu benar adanya? Lalu bagaimana wiracarita dirinya terkenang sejarah bilamana sedari awal ditiadakan? Benarkah ketidakmungkinan yang terlalu lengkara tetap memisahkan suratan takdir semesta yang menolak esensi amerta bersama? . "Maka perpisahan adalah akhir paling realistis yang kupilih tanpa penyesalan; demikianlah caraku mencintaimu dengan cara yang paling terlarang, ialah dengan tidak memilikimu sama sekali."~Niraksara.