Fellyalva's Reading List
3 stories
CAKRAWALA HITAM DI RUMAH KACA by escape665
escape665
  • WpView
    Reads 2,984
  • WpVote
    Votes 155
  • WpPart
    Parts 24
Di balik gerbang emas kediaman megah keluarga Adiwangsa, tersimpan sebuah rahasia yang baunya lebih busuk dari sampah. Cakra Adiwangsa tidak pernah meminta dilahirkan sebagai kembaran Langit. Namun, bagi kedua orang tuanya, Cakra adalah "cacat produksi" yang merenggut kesehatan kembarannya sejak di dalam kandungan. Di rumah itu, Cakra tidak dipanggil nama. Ia adalah "Anak Sialan," "Pembawa Musibah," atau "Sampah yang Malu-Maluin." Sementara Langit tidur di atas kasur sutra dengan pelayan yang siap sedia, Cakra dipaksa tidur di gudang pengap, menjadi pelayan bagi saudaranya sendiri, dan menerima sisa makanan yang hampir basi. Jika Langit batuk sedikit saja, maka punggung Cakralah yang akan menjadi sasaran cambuk sang Ayah sebagai pelampiasan amarah. Neraka Cakra tidak berhenti di pagar rumah. Di SMA Pelita Bangsa-sekolah elite milik keluarganya sendiri-Cakra menjadi mangsa empuk perundungan. Langit menciptakan narasi bahwa Cakra adalah anak pembuat onar yang dibenci keluarga. Dicaci, dipukuli, hingga dikunci di kamar mandi sekolah sudah menjadi sarapan harian Cakra. Ia kaya secara status, namun lebih miskin dari pengemis dalam hal harga diri. Cakra bertahan, mencoba percaya bahwa suatu saat detak jantungnya akan dianggap berharga. Namun, ketika sebuah diagnosa medis menyatakan organ tubuhnya mulai menyerah akibat kekerasan fisik bertahun-tahun, Cakra menyadari satu hal pahit: Keluarganya baru akan tersenyum jika ia benar-benar menghilang. Ini bukan cerita tentang perjuangan untuk bangkit. Ini adalah kronik tentang seorang remaja yang perlahan hancur dalam diam, hingga akhirnya ia memilih untuk memberikan "hadiah" terakhir bagi keluarganya: Kematian yang akan menghantui mereka seumur hidup.
Father's Sin by lylasastra
lylasastra
  • WpView
    Reads 133,910
  • WpVote
    Votes 13,809
  • WpPart
    Parts 50
Arlan adalah definisi polisi sempurna. Namun, ayahnya adalah mantan narapidana kasus pembunuhan ibunya sendiri. Arlan hidup dalam bayang-bayang "Anak Pembunuh", yang membuatnya tumbuh menjadi pria sedingin es yang memutus komunikasi dengan ayahnya hingga sang ayah mengembuskan napas terakhir dalam kesendirian. Namun, saat kematian sang ayah, Arlan yang pernah berjanji tak akan datang ke pemakamannya justru datang. Bahkan Arlan datang ke kontrakan Mahendra dan tertidur. Saat terbangun, ia justru berada di dalam apartemennya. Kalender menunjukkan tanggal setahun yang lalu. Di masa ini, ayahnya masih hidup, masih mendekam dalam kemiskinan di sebuah rumah kontrakan kumuh setelah bebas dari penjara. Ia mendatangi ayahnya untuk merubah nasib pria malang itu. Didorong oleh rasa penasaran, Arlan mulai membuka kembali arsip kasus kematian ibunya. Ia menemukan kejanggalan demi kejanggalan yang sengaja ditutupi. Mampukah Arlan mendapatkan keadilan untuk ayah? Foto dari pin Kang plagiat jauh-jauh dechh
Tumbuh Dengan Luka  by falleo
falleo
  • WpView
    Reads 42,844
  • WpVote
    Votes 2,344
  • WpPart
    Parts 27
Dulu, Devan adalah kebanggaan. Kini, ia tak lebih dari sesosok "serangga" yang kehadirannya tak diinginkan. Satu insiden di masa kecil meninggalkan bekas luka di wajahnya, sekaligus menghapus namanya dari hati kedua orang tuanya. Di rumah, ia diabaikan; di sekolah, ia dihina sebagai monster. Devan tetap tegak meski badai cacian menghantamnya setiap hari. Namun, di balik ketegarannya, Devan menyimpan rahasia yang mematikan. Ada bom waktu bernama kanker otak dan sumsum tulang belakang yang perlahan merenggut nyawanya. Devan memilih bungkam, membiarkan rasa sakit itu menjadi rahasia antara dirinya dan bi Inah, satu-satunya orang yang masih menganggapnya manusia. Ketika waktu Devan kian menipis, akankah keluarganya sadar bahwa mereka telah membuang permata yang hampir redup? Ataukah penyesalan baru akan datang saat Devan benar-benar tak lagi ada? "Jangan cari aku saat aku sudah tak ada, karena saat itu, lukaku sudah benar-benar sembuh." DALAM MASA REVISI