blueylalaa
- Reads 2,297
- Votes 483
- Parts 32
Bagi seluruh pasang mata di SMA Nusantara Global, Jarendra dan Renan adalah minyak dan air, dua kutub magnet sama yang akan selalu saling tolak-menolak jika didekatkan. Koridor sekolah kerap menjadi panggung adu mulut yang bising, tempat Jarendra melempar ledekan usil dan tempat Renan membalasnya dengan tatapan tajam yang menusuk. Satu sekolah sepakat, mereka adalah musuh bebuyutan yang tidak akan pernah bisa akur.
Namun, drama di bawah terik siang itu hanyalah sebuah sandiwara yang dirancang dengan rapi.
Sebab, ketika bel pulang berbunyi dan riuh sekolah mulai menyepi, topeng benci itu luruh begitu saja. Di balik pintu belakang sekolah yang luput dari perhatian orang-orang, tidak ada lagi adu urat saraf. Yang ada hanyalah tautan jemari yang erat, langkah kaki yang berjalan beriringan menuju arah yang sama, dan pelukan hangat yang menyembuhkan lelah.
Di depan publik mereka adalah seteru, namun dalam sunyi jalan pulang, mereka adalah sepasang kekasih.
Menjaga rahasia di tengah lingkungan sekolah yang sempit ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di antara curiga para sahabat yang mulai mengendus kejanggalan dan tekanan aturan sekolah, Jarendra dan Renan harus terus bermain kucing-kucingan dengan takdir.
Sampai kapan mereka bisa terus menyembunyikan detak jantung yang sama di balik kepura-puraan? Ketika batasan antara peran sandiwara dan perasaan nyata mulai mengabur, apakah pintu belakang sekolah akan tetap menjadi tempat aman mereka untuk pulang?