divisi perasaan
2 stories
All That We Left Unsaid by Levidraa
Levidraa
  • WpView
    Reads 143,505
  • WpVote
    Votes 12,649
  • WpPart
    Parts 50
Orang bilang, "don't hate something too much, because fate will play it even more." Kalimat itu yang paling dibenci Eva dengan alasan sederhana, yakni kalimatnya nyata terjadi. Bagi Eva, pekerjaan selalu menjadi tempat paling aman untuk bersembunyi dari kegabutannya. Tapi semuanya berubah sejak Sean, atasannya yang tenang dan terlalu rapi untuk disebut manusia biasa, mulai ikut campur dalam hidupnya dan menimbulkan rumor aneh di kalangan staf lain. Kampret! Semesta ini bercandanya sudah kelewat batas ternyata. © Levidraa, 25-10-25 #1 Wedding Organizer [05-11-25] #1 WO [07-11-25] #2 Work [14-02-26]
The Dateline [END] by saturnspecies
saturnspecies
  • WpView
    Reads 765,105
  • WpVote
    Votes 78,155
  • WpPart
    Parts 56
Bagi Sekar, bekerja di agensi iklan rasanya seperti bermain survival game. Deadline yang tidak masuk akal, revisi, presentasi, membuat copy dadakan, sampai brainstorming tengah malam. Semuanya sudah menjadi makanan sehari-hari dan seharusnya sih, aman terkendali. Kecuali saat klien Bank itu datang mengacak-acak seluruh tatanan. Gilbran Mahesa. Dia adalah sumber migrain terbesar bagi satu tim kreatif dan suka membuat pegawai lain ketar-ketir. Bagaikan alarm deadline yang tidak pernah berhenti berdentang. Dia mustahil diajak kompromi, sulit diakali, dan selalu memberi revisi yang tak terduga. Perlahan, Gilbran bukan hanya menumpuk deadline di kalender Sekar. Dia juga mulai menyelipkan 'date-line' alias serangkaian kencan tersembunyi yang membuat Sekar bingung. Ini kerjaan, jebakan, atau justru kesempatan? ⚠️ Peringatan: Cerita ini karya asli penulis. Dilarang menyalin, menggandakan, atau mempublikasikan tanpa izin. Cover edited by canva and procreate First published: October 4th 2025