payna_xy
Dulu, bumi adalah panggung untuk membuktikan ketenaran, dan sihir... adalah alatnya.
Ada beberapa orang yang menggunakan sihir untuk kebaikan, ketulusan dan kedamaian. Mencoba menciptakan harmoni ketenangan di tengah hiruk-pikuk dunia yang selalu bising akan kekuasan.
Tak sedikit pula, segelintir orang yang menggunakan sihir untuk keegoisan mereka.
Ada beberapa ras yang mendominasi perang kekuasan kala itu. Ras Demon yang mengoyak langit dengan ras Seraphine, ras yang mengaku menjadi tangan surga.
Ras Werewolf terus menyodorkan taring pada mereka, kepada ras Vampire yang haus akan darah keabadian. Ras Witch akan beradu mantra dengan ras Beastkin yang selalu mengganti wujud sesuka hati mereka.
Semua ras itu mencoba membuktikan kekuatan mereka, mencoba membuktikan siapa yang pantas mendapat singgasana tertinggi di tanah yang mereka pijak ini.
Tapi, satu ras menolak ikut berseteru.
Ras Elf.
Ras yang tinggal dengan ketenangan hutan, mencintai alam dan enggan untuk ikut dalam konflik yang tak kunjung usai.
Aturan tidak tertulis seolah terjalin dalam seluruh aliran darah seluruh ras yang menodongkan pedang itu, bahwa mereka, tidak boleh ikut menodongkan senjata mereka pada ras Elf.
Karena secara tak kasat mata, ras itu telah membatasi diri mereka dengan dunia luar.
Hingga, di suatu malam, seorang Elf yang dikenal sebagai penasihat Kekaisaran Dinasti Demon, melarikan diri, memilih menjadi seorang pengecut demi keselamatan dirinya.
Elf itu tidak ikut turun dalam peperangan ini, tapi dia hanya berlari, dan tidak pernah menoleh lagi.
Semenjak hari itu, aturan dunia seolah berubah.
Indonesia, salah satu dari sekian banyak peri yang tinggal di hutan Rimbana. Hutan yang menjadi rumah bagi ras Elf.
Di dunia ini, Indo tumbuh dengan tuntunan Ayahnya, dewasa dalam dekapan hangat Bundanya dan ia bertahan karena satu alasan.
Dia ingin menjaga Timor.
Namun, nampaknya dunia akan membuat batasan untuk ruang waktu para Elf ini tertembus.