by_mita
"Sela-"
Margio dengan cepat menutup mulut Albizar saat Albizar akan mengatakan kalimat mengerikan yang membuatnya hidup dalam bayang-bayang kehilangan.
"Aku ngga butuh ucapan itu, baby. Aku cuman butuh kamu" kata Margio sambil menatap pilu ke arah Albizar.
Albizar hanya terdiam sambil memandang dengan sejuta pertanyaan kepada Margio yang terlihat berbeda. Akhir-akhir ini, ia merasa ada yang berubah dari manusia kecintaannya itu.
"Aku kan ada disini?" ucap Albizar dengan kedua alisnya yang terangkat ragu.
Margio mengangguk-angguk dengan mulut yang perlahan tertekuk dan detik berikutnya air mata pun perlahan turun.
"Kamu emang ada disini, untuk saat ini. Tapi, beberapa jam ke depan kamu bakalan ninggalin aku, baby" suara Margio bergetar beriringan dengan isak tangis nya yang perlahan pecah semakin besar. "Aku ngga bakalan biarin itu, aku bakalan ubah semuanya"
"Ubah semuanya? maksud kamu apa sih baby?" tanya Albizar penasaraan.
Margio terdiam memandang wajah Albizar yang samar-samar buram karena terhalang oleh air matanya. Ia menyeka air matanya terlebih dahulu sebelum Margio mengungkapkan siapa dirinya sebenarnya.
"Aku Gio dari masa depan. Dan kamu ngga ada disana"