Linnotscaryanymore
- Reads 203
- Votes 75
- Parts 35
Catatan:
•) No BL.
•) Sad ending.
•) Banyak typo.
Taufan adalah orang yang ceria, aktif, dan selalu membawa tawa ke mana pun ia pergi. Dengan sepasang mata biru safirnya yang jernih, ia selalu berusaha menyinari hari-hari orang di sekitarnya, terutama sang abang tersayangnya yaitu Halilintar. Bagi Taufan, Halilintar adalah dunianya. Namun bagi Halilintar, Taufan tampaknya tak lebih dari sekadar gangguan yang memuakkan.
Setiap kali Taufan mencoba mendekat, membagikan cerita, atau sekadar ingin menghabiskan waktu bersama, yang ia dapatkan hanyalah tatapan dingin dari netra merah gelap milik Halilintar. Tatapan yang penuh rasa kekesalan yang menusuk. Di luar, Taufan mungkin akan tetap tersenyum lebar dan bertingkah konyol, seolah benci itu tak mempan baginya. Namun di dalam hati, senyum itu perlahan mengikis jiwanya, meninggalkan luka emosional yang teramat dalam dan rasa sedih yang tak pernah ia tunjukkan pada dunia.
Namun, ada sebuah rahasia besar yang terkunci rapat di balik dinding es yang dibangun Halilintar.
Setiap kali Halilintar melontarkan kata-kata tajam, setiap kali ia memandang adiknya dengan tatapan menghina, dan setiap kali ia mendorong Taufan menjauh, ada bagian dari hati Halilintar yang hancur berkeping-keping. Di balik topeng kebencian itu, Halilintar sebenarnya sangat menyayangi Taufan melebihi nyawanya sendiri. Ada alasan kelam dan menyakitkan yang memaksa Halilintar harus bersikap kejam. Setiap air mata tersembunyi Taufan adalah belati yang menghujam dada Halilintar, membuatnya didera rasa bersalah dan kesakitan yang luar biasa.
Bagaimana akhirnya? Silahkan baca sendiri.