Jalaasukamartin
Prolog :
Bertahun-tahun Jamia Wiyataraka hidup sebagai anak dari strict parents tanpa pernah mengeluh. Baginya, aturan adalah bagian dari keseharian, sementara diam menjadi cara paling aman untuk bertahan. Hidupnya berjalan rapi, tenang, dan nyaris membosankan hingga Mavin Pradana Situmorang kembali muncul.
Dengan rambut blonde berantakan, motor custom hitam, dan jaket kulit khasnya, Mavin selalu menjadi anomali dalam hidup Jamia. Lima tahun lebih tua, ketua himpunan mahasiswa Teknik Mesin, sekaligus cowok yang dikenal redflag dan playboy. Yang lebih mengesalkan, Mavin sudah mengejarnya sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar dan tak pernah menyerah.
Jamia memiliki satu prinsip sederhana: Hindari Mavin. Karena apa-apa bisa terjadi kalau tidak dihindari. Namun, semakin ia menjaga jarak, semakin sering Mavin hadir mengacaukan hidupnya yang sudah tersusun rapi. Meski berkali-kali menyangkal, perhatian kecil dari laki-laki itu tetap mampu membuatnya gugup.
Jamia bukan takut karena Mavin berbahaya, melainkan karena setiap senyumnya perlahan meruntuhkan tembok yang ia bangun selama ini. Maka ia terus meyakinkan dirinya bahwa Mavin bukan bagian dari dunianya. Mereka bukan sebuah kisah, hanya kebetulan panjang yang terus berulang.
Mereka hanya... we were almost us.