Nakamura_eisen28
"Kalau nanti naganya terluka, aku obati dulu ya sebelum kembali?"
"Sepertinya, ucapanmu kurang logis."
"Aku melupakan sesuatu..."
"Normal...."
Jauh di belakang mereka, seorang pemuda berdiri sambil bersedekap di depan dada. Sebutir keringat tipis tampak mengalir melewati pelipisnya. Ekspresi wajahnya terlihat pasrah, seakan sudah benar-benar menyerah dengan berbagai macam omongan absurd yang keluar dari isi kepala anggota party-nya.
"Ahh... padahal kehidupan di dunia lain itu harusnya menyenangkan. Harem, harta, kekuasaan... yah, aku memang mendapatkan semua itu sih. Tapi kenapa jalannya harus seperti ini?!"