IdolJKTArchive
"Selamat datang di era digital. Sebuah era di mana kebenaran gak lagi dianggap penting. Yang penting saat ini adalah... seberapa keras kamu bisa tertawa di atas kegilaan dan penderitaan orang lain."
Berapa banyak nyawa digital yang bisa hancur hanya karena secangkir kopi hitam? Bagi Rony Parulian, jawabannya adalah satu: reputasinya sendiri. Sebuah cuitan sederhana tanpa beban di Twitter (X) yang berbunyi, "Kopi hitam pagi ini agak pahit," mendadak berubah menjadi monster digital yang siap menelan nalar sehatnya bulat-bulat.
Di bawah atap Viral Media Corp, algoritma adalah dewa baru dan penderitaan manusia adalah komoditas jualan paling laris. Dalam hitungan jam, Rony mendadak dituduh mendiskreditkan petani kopi lokal, dicap memicu inflasi, hingga dituduh terlibat konspirasi politik terselubung oleh jutaan netizen yang mendadak jadi detektif moral. Alih-alih membela, agensinya sendiri justru sibuk menyiapkan tripod dan kamera - memaksa Rony menjual air mata palsu demi mendulang organic engagement.
Saat dunia virtual bergerak lebih cepat daripada kewajaran, ruang rapat agensi berubah menjadi sirkus. Ada yang sibuk memancing di air keruh demi clickbait, ada yang menatap ngeri dari balik meja printer, dan ada barisan "Wakaka" yang memilih menertawakan semua kepalsuan ini sambil mengunyah camilan. Di tengah pusaran cahaya biru layar gawai yang membutakan, Rony dipaksa memilih: tunduk menyembah angka views, atau menghancurkan panggung komedi ini dengan caranya sendiri.
Mari kita semua tertawa... Wakaka!