stargirls_
Narayan Arka Pratama adalah mahasiswa Teknik Robotika & Nanoteknologi yang hidup dalam presisi. Baginya, dunia adalah kumpulan algoritma dan kode yang bisa dikendalikan. Namun, visinya untuk menciptakan nanorobot pembasmi kanker terbentur pada satu masalah besar: biokompatibilitas. Mesin-mesin mikro buatannya selalu hancur karena sifat korosif cairan tubuh manusia.
Di sebuah seminar fakultas yang membosankan, Arka bertemu dengan Tangsa Narendra Kalyan, mahasiswa Teknik Kimia yang intuitif dan berantakan namun jenius dalam manipulasi molekul. Tangsa menawarkan solusi yang tidak pernah terpikirkan oleh Arka-sebuah "baju" polimer organik yang mampu melindungi nanorobot sekaligus merespons perubahan kimia dalam darah.
Awalnya, kolaborasi mereka hanyalah benturan ego. Arka yang kaku dan dingin harus belajar menghadapi Tangsa yang lebih suka bekerja dengan intuisi dan perasaan. Namun, di antara aroma kopi instan di laboratorium yang gelap dan begadang malam di perpustakaan, mereka menyadari bahwa mesin dan kimia tidak bisa dipisahkan-begitu pula dengan mereka.
Perjalanan mereka membawa keduanya dari laboratorium kampus yang sempit di Indonesia hingga ke pusat riset tercanggih di Berlin, Jerman. Di sana, mereka tidak hanya berjuang melawan batas-batas sains untuk menyembuhkan kanker dan regenerasi saraf, tetapi juga berjuang melawan ketakutan masing-masing akan ketidakpastian masa depan.
Dalam dunia yang penuh dengan variabel yang berubah-ubah, Arka dan Tangsa menemukan bahwa elemen paling stabil di alam semesta bukanlah sesuatu yang ditemukan di Tabel Periodik, melainkan seseorang yang tetap tinggal saat sistem mulai mengalami kegagalan (crash).