247
3 stories
Toujours à la Maison [ END ] by itsjellyverse
itsjellyverse
  • WpView
    Reads 48,939
  • WpVote
    Votes 5,645
  • WpPart
    Parts 51
"Toujours à la Maison." Janendra menemukan kalimat itu di sebuah buku usang di perpustakaan kota yang tampak tua. Ia tahu artinya 'selalu kembali ke rumah'. Dan sejak saat itu, ia mengerti satu hal, Jika pulang terbaik bukanlah sekadar tempat, melainkan dunia kecil yang di dalamnya ada Lily, Kean, dan Kaela. Keluarga kecilnya. Insta/tiktok AU @itsjellyverse 📚 febuari 2026
Letters Ahead by raeaberry
raeaberry
  • WpView
    Reads 8,370
  • WpVote
    Votes 984
  • WpPart
    Parts 25
Netizen Tiktok pernah bersabda, pertemanan antara cowok dan cewek itu cuma mitos. Tentu Cherry tidak percaya. Buktinya, sejak dalam kandungan hingga naik ke kelas 2 SMA Cherry dan Keano masih bersahabat baik. Mereka seperti saudara kembar beda tiga hari. Itu tidak sepenuhnya kiasan. Kedua ibu mereka bersahabat dan janjian untuk memiliki anak seumuran. Kemudian, terbitlah Cherry-Keano! Begitu oe-oe Keano mulai tenang, Cherry menyusul minggat dari rahim ibunya. Sobat karib tak terpisahkan. Bagaikan sepasang sandal yang kalau hilang satu, sebelahnya lagi jadi nggak berguna. Namun, siapa sangka mendadak perasaan tumbuh di antara mereka. Bukan cuma asap merah jambu yang menjadi latar, justru badai datang menerjang! Semua tantangan ini bermula dari Cherry yang melupakan password emailnya sewaktu Sekolah Dasar. "Hai, Celi! Still remember me, aight?" Dia lah Sastra.
Plan B by starklowkey
starklowkey
  • WpView
    Reads 67,781
  • WpVote
    Votes 7,178
  • WpPart
    Parts 35
ON GOING Sejak awal, Canelle Kaluna Wijaya tahu satu hal yang tak pernah benar-benar ia sangkal: Kenrion Samuel Janendra tidak pernah memilihnya lebih dulu. Hatinya telah lama tertambat pada Amabel Sabina, gadis pintar yang kerap menjuarai olimpiade matematika, cantik, lembut, dan selalu tahu cara menempatkan diri. Seseorang yang, bahkan tanpa dibandingkan pun, terasa berada di liga yang berbeda dari Canelle. Canelle menghembuskan napas kasar setiap kali menyadari kenyataan itu. Ia tidak pandai berhitung, suaranya terlalu keras, dan reputasinya di sekolah tak lebih dari pembuat ulah-setidaknya begitu kata orang-orang. Canelle adalah kebalikan seratus delapan puluh derajat dari Amabel. Namun, mengenal kekalahan bukan berarti Canelle tahu caranya mundur. Selama enam bulan, ia mengejar Kenrion dengan harga diri yang perlahan terkikis-menghadapi sikap dingin, diabaikan, dan jarak yang tak pernah benar-benar terpangkas. Hingga suatu hari, semuanya berubah. Kenrion mulai memperhatikannya. Mengajaknya bicara. Bahkan menawarkan diri mengantarnya pulang. Canelle percaya. Ia terlalu bahagia untuk curiga. Ia pikir, mungkin-hanya mungkin-usahanya akhirnya membuahkan hasil. Sampai kebenaran itu datang, tajam dan kejam: Kenrion mendekatinya bukan karena perasaan, melainkan sebagai cara untuk membuat Amabel cemburu. Saat itu, Canelle mengerti posisinya. Bukan pilihan. Hanya rencana cadangan. Hatinya hancur. Dan untuk pertama kalinya, Canelle berhenti mengejar. Ia memilih menjauh. Mengabaikan Kenrion, seperti ia pernah diabaikan. Namun takdir rupanya tidak selesai bermain. Ketika Canelle benar-benar pergi, Kenrion justru mulai kehilangan kendali. Kini, keadaan berbalik. Bagaimana kelanjutan kisah mereka?