LunaRizz12
Bagi Elara, hidup di SMA adalah tentang mempertahankan posisi nomor satu demi beasiswa penuh ke luar negeri-tiket emasnya untuk keluar dari kesulitan finansial keluarga. Bagi Arsen, posisi nomor satu adalah kewajiban mutlak yang dituntut oleh ayahnya yang perfeksionis. Selama hampir tiga tahun, papan pengumuman nilai sekolah menjadi medan perang berdarah bagi keduanya. Selisih nilai mereka tidak pernah lebih dari satu poin. Mereka adalah rival abadi yang saling melempar tatapan sinis di koridor sekolah.
Namun, kejenuhan mencapai puncaknya di semester akhir. Ketika tekanan dari sekolah dan keluarga semakin mencekik, Arsen dan Elara justru dipaksa bekerja sama dalam proyek penelitian biologi akhir tahun. Jam-jam yang mereka habiskan di laboratorium yang sepi perlahan mengubah segalanya. Di balik ketajaman argumen Arsen, Elara menemukan seorang cowok yang kesepian dan tertekan. Dan di balik sifat keras kepala Elara, Arsen menemukan kehangatan yang tidak pernah ia dapatkan di rumah.
Seperti larutan yang mencapai titik jenuh, dinding permusuhan yang mereka bangun selama bertahun-tahun perlahan larut dan pecah, menyisakan perasaan asing yang selama ini mereka sangkal. Namun, saat batas pertahanan mereka runtuh dan cinta mulai mengambil alih, sekolah mengumumkan plot twist terbesar: kuota beasiswa utama ke universitas impian mereka hanya tersedia untuk satu orang dengan nilai ujian kelulusan tertinggi.
Kini, di titik jenuh kompetisi mereka, Arsen dan Elara harus memilih: terus mengejar ambisi nomor satu yang melelahkan, atau mengalah demi perasaan yang baru saja mereka temukan maknanya.