Nusantara
6 stories
SETANGKAI TULIP DI BATAVIA (BL) by viktor541
viktor541
  • WpView
    Reads 58,054
  • WpVote
    Votes 4,738
  • WpPart
    Parts 10
⚠️*WARNING : INI BL, TIDAK DIANJURKAN UNTUK PARA HOMOPHOBIC*⚠️ Batavia, 1687. Kota yang dibangun di atas rawa dan duka. Lois Fin Bocah keturunan Belanda membenci Batavia - bahangnya, lumpurnya, tatap ibanya. Sampai ia menemukan Wira Pratama, bocah jalanan sekarat di balik gudang Kompeni. Bagi Wira, Lois adalah malaikat. Setangkai tulip pertama yang mekar di tanah berlumpur, terlalu suci untuk dunia. Maka Wira bersumpah menjaga dengan peluk yang risih, dengan setia yang melampaui titah tuan. Di bawah tatap angkuh sang paman dan panji VOC, keduanya saling berpegang. Peluk yang risih menjelma candu, setia lebih dari sumpah. Di tanah jajahan yang tak mengenal belas kasih, dua jiwa menautkan takdir: satu malaikat, satu penjaga. Dan cinta yang tumbuh diam-diam, lebih harum dari rempah.
De Stille Geheimen by kunafa_blue
kunafa_blue
  • WpView
    Reads 754
  • WpVote
    Votes 109
  • WpPart
    Parts 20
Bandoeng, 1905. Di balik dinding megah rumah Karesidenan yang kaku dan dingin, Lodewijk van Rappard hidup bagai pangeran di dalam penjara emas. Sebagai anak tunggal sang Residen, ia dididik untuk menjadi penguasa yang kejam, bertangan besi, dan tak tersentuh. Lodewijk menyembunyikan jiwanya yang kesepian di balik seragam kolonial yang angkuh. Hingga suatu hari, seorang pemuda pribumi masuk ke dalam perpustakaan pribadinya. Genta Biru Saujana, seorang guru bahasa berjiwa teduh, datang membawa kehangatan di tengah udara dingin Bandung yang menusuk. Di antara temaram lampu minyak dan wangi kertas-kertas kuno, Genta mengajarkan lebih dari sekadar aksara; ia mengajarkan Lodewijk arti sebuah kedamaian dan kebebasan. Di ruang sunyi itu, dinding keangkuhan Lodewijk runtuh. Di bawah kabut Bandoeng yang menyembunyikan dunia luar, sebuah perasaan terlarang tumbuh diam-diam-sebuah rahasia besar yang dapat menghancurkan kekuasaan sang Residen sekaligus merenggut nyawa mereka berdua. Saat takdir kolonial memaksa mereka memilih antara kesetiaan pada darah atau panggilan hati, mampukah rahasia sunyi itu bertahan? "Sebab di dalam ruangan ini, kita bukan penguasa dan hamba. Kita hanyalah dua jiwa yang saling menemukan di bawah langit yang sama."
Lakon by bintarobastard
bintarobastard
  • WpView
    Reads 844
  • WpVote
    Votes 106
  • WpPart
    Parts 10
Di tahun 1971, Jan van Herschel, seorang pria keturunan Indonesia-Belanda, kembali ke Surabaya setelah bertahun-tahun tinggal di Amsterdam. Dibesarkan oleh orang tua angkatnya di Eropa, Jan memiliki ketertarikan mendalam pada kesenian tradisional, terutama Ludruk-seni pertunjukan rakyat Jawa Timur yang menggabungkan humor, kritik sosial, dan kisah kehidupan wong cilik. Ia datang dengan harapan belajar dari sumber aslinya, tanpa menyadari bahwa panggung yang ia tuju sedang berada di ambang kejatuhan. Di Gedung Ludruk Rakyat Jaya, ia bertemu Paksi Tedjo Kusumo, primadona panggung yang begitu memikat dan berkarisma. Di atas pentas, Paksi adalah Jaka Tarub, Rama, atau pahlawan yang selalu dikenang, tetapi di balik layar, ia adalah pria yang harus bertahan di dunia yang mulai melupakan seni tradisional. Jan yang masih muda dan idealis terpikat oleh pesonanya-bukan hanya karena kepiawaiannya di panggung, tetapi juga karena kehidupan kelam yang dijalaninya untuk mempertahankan Ludruk yang perlahan mati di era Orde Baru. Di tengah pergolakan politik dan ekonomi Orde Baru, Jan dan Paksi terperangkap dalam cinta yang tidak seharusnya terjadi. Batasan antara panggung dan kenyataan, antara seni dan kehidupan, serta antara harapan dan keputusasaan semakin kabur. Ketika Ludruk perlahan mati, apakah cinta mereka bisa bertahan? Atau mereka akan tenggelam bersama seni yang mulai dilupakan?
the house of Van kloppen by bintarobastard
bintarobastard
  • WpView
    Reads 1,379
  • WpVote
    Votes 158
  • WpPart
    Parts 21
Di tanah dataran tinggi Salatiga, yang diselimuti kabut pagi dan gema lonceng gereja kolonial, sejarah tidak hanya ditulis oleh penjajah, tetapi juga oleh luka yang diwariskan secara diam-diam. Di sanalah kisah ini bermula-antara pewaris tanah yang mengambil, dan anak dari tanah yang diambil. Willem van Kloppen adalah putra bungsu keluarga Belanda yang mengakar kuat dalam sistem kolonial Hindia. Dibesarkan dalam benteng marmer dan aturan yang tak kenal ampun, ia adalah anak dari Joseph van Kloppen-seorang penguasa tanah yang namanya ditakuti dan dihormati, tergantung siapa yang mengucap. Di sisi lain, Yafet Abimanyu kembali ke Salatiga bukan sebagai anak rantau biasa. Ia datang membawa warisan dendam yang disimpan rapat sejak tanah adat milik ayahnya, Sulaiman Abimanyu dirampas paksa oleh Joseph Van Kloppen bertahun-tahun lalu. Yafet tumbuh dengan cerita tentang pengkhianatan, tanah yang dijadikan perkebunan, dan salib yang dirobohkan dengan ejekan. Ia tidak berniat tinggal lama. Hanya cukup untuk membalas. Tapi hidup, seperti sejarah, tak pernah lurus. Dan pada malam pesta debutante kakak Willem, ketika lampu-lampu gantung bersinar seperti bintang palsu dan musik dansa berdenting dari ruang tengah, Yafet menyelinap masuk. Ia ingin melihat langsung wajah keluarga Van Kloppen. Yang ia temukan justru Willem-mabuk, muak, dan tersesat di taman belakang. Itu bukan permulaan yang ditulis dalam kitab-kitab suci, tapi itulah awal mereka. Bukan sekadar cinta. Ini adalah cerita tentang dua warisan yang bertabrakan-antara penguasa dan yang tertindas, antara pewaris kekayaan dan pewaris luka. Tapi juga tentang bagaimana kadang, di tengah bara dendam, cinta yang paling jujur justru menyala.
long weekend by bintarobastard
bintarobastard
  • WpView
    Reads 1,030
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Parts 21
Bagi Aqua, umur dua puluh delapan tahun adalah puncak dari lelucon hidupnya. Sebagai desainer di balik layar, dia tidak pernah menyangka bahwa mahakarya sekaligus hubungan rahasia yang dijaganya rapat-rapat, ternyata hanyalah sebuah tangga sosial. Borneo, model yang menjadi muse-nya, berselingkuh dengan seorang anggota dewan demi memanjat strata Jakarta. Hancur dan dikhianati, Aqua memilih kabur. Momennya tepat di awal long weekend-saat seluruh Jakarta berbondong-bondong memadati stasiun untuk mencari pelarian. Namun, saat orang lain mencari kesenangan, Aqua hanya ingin mengalir pergi ke Yogyakarta, menyelamatkan sisa jiwanya yang remuk. Di sudut lain peron yang sama, Geni duduk dengan amarah yang membakar dada. Pemilik rental komik vintage di Gejayan ini justru bergerak melawan arus mudik liburan, menuju Cirebon. Geni dirongrong rasa bersalah di tengah hiruk-pikuk orang-orang yang merayakan libur panjang Namun, semesta punya cara sendiri untuk memaksakan sebuah jeda. Badai besar di tengah long weekend itu melumpuhkan jalur kereta. Perjalanan mereka tertahan. Mereka terdampar di malam yang dingin di Stasiun Ciledug-sebuah titik transit sunyi yang terkunci oleh cuaca buruk, menjauhkan mereka dari tujuan masing-masing. Bagi dua orang asing yang bergerak ke arah berlawanan ini, tertahan di stasiun kecil adalah sebuah ironi. Namun, di sinilah mereka sadar yang mereka butuhkan sebenarnya Sebuah long weekend bagi jiwa mereka yang lelah. "Lo tahu apa yang terjadi sama Borneo kalau gak ada Aqua? Kebakaran hutan, *f*ing* kebakaran hutan." Di stasiun yang terisolasi itu, di tengah long weekend yang memaksa dunia luar berhenti bergerak, mereka tidak lagi berlari. Mereka mulai menyadari bahwa badai di Ciledug malam itu mungkin bukan hadir untuk mengacaukan rencana liburan atau menghentikan perjalanan mereka. Badai itu datang untuk memberi mereka apa yang benar-benar mereka cari dari kata 'libur': sebuah jeda
Sekarang Atau Lima Puluh Tahun Lagi by bintarobastard
bintarobastard
  • WpView
    Reads 1,620
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 15
Sinopsis: Jakarta, 1995. Di antara debu pembangunan kota dan aroma kuah mie ayam yang mengepul, takdir menukar tas belanjaan dua pemuda pelarian. Lima, perantau Singkawang yang menyembunyikan identitasnya di balik dandang Glodok, menemukan rumah pada Genting, priyayi Solo yang lari dari sangkar emas keraton. Mereka bertahan melewati badai krisis '98, membangun pondasi cinta yang kokoh di atas rawa ibukota yang labil. Namun, saat milenium baru datang, maut merenggut Genting secara brutal di trotoar Melawai-meninggalkan Lima sendirian dengan janji "lima puluh tahun lagi" yang kandas. Di tengah duka yang melumpuhkan, Lahar-partner bisnis Genting yang karismatik-masuk ke dalam kehidupan Lima. Ia menawarkan perlindungan dari preman dan kehangatan di malam yang dingin. Namun, di balik tatapan teduh Lahar, tersimpan rahasia masa lalu Genting yang belum terungkap.