taa19_08
Sebuah kota, pelabuhan, bahkan hutan yang tak tercatat di peta manapun, kini menjadi bagian penting di dalam karya taa19_08.
Kota Creston, yang terdengar seperti sebuah nama yang ada di Jawa. Tapi gaya hidupnya seperti di luar negeri. Bahasa dicampur adukkan dengan sunda. Tapi budaya bukanlah hal yang penting di sini.
Yang terpenting, hanya jalani hidup dan temukan alasan lain dibalik penekanan orang-orang sekitar Mac pada dirinya, selain dianggap sebagai aset penerus perusahaan.
Rumah yang berdiri begitu megah, menyamai tinggi-tinggi gedung elite di kota, ternyata menyimpan sesuatu yang tidak pernah benar-benar terpecahkan.
Sebuah buku berkulit kayu. Dengan tinta ungu kehitaman. Mencatat berbagai binatang dan tumbuhan yang tak pernah dibayangkan oleh akal biasa manusia.
Namun, 1 keanehan mulai merajalela. Buku itu tanpa judul. Dan tanpa nama penulis. Bahkan, beberapa bahasa yang ada di dalamnya tidak terdaftar dalam bahasa manapun. Seolah ia jatuh sendiri ke setiap lembarannya.
Satu-satunya yang masih dapat dipahami hanyalah sekelompok kurcaci di desanya, tengah bergembira akan sesuatu yang tidak digambarkan di sana.
Tapi, ada satu kurcaci yang wajahnya tampak lebih serius. Seolah amarah mencengkram tubuhnya. Entah apa yang membuatnya begitu menarik untuk dijelajahi.
Seolah wajahnya menyimpan dendam yang akan kembali pada ratusan tahun kemudian.
📜🪷🔍
Bukan sekedar adventure biasa. Bukan sekedar petualangan anak kota biasa. Dan bukan sekedar mencari jejak-jejak tua yang tersimpan di rumahnya.
a novel by : taa19_08