BiLu702
- Reads 3,113
- Votes 205
- Parts 22
Bagi Por, TeeTee bukan sekadar kekasih; ia adalah "matahari". Sejak masa sekolah menengah hingga tahun terakhir perkuliahan, TeeTee-lah yang berhasil mencairkan dinding es yang dibangun Por selama bertahun-tahun. Di pelukan TeeTee, Por menemukan satu-satunya tempat aman yang ia miliki di dunia ini. Begitu pun sebaliknya, bagi TeeTee, tak ada yang bisa memahaminya lebih baik daripada Por.
Namun, musim yang hangat itu perlahan mulai terasa janggal.
Semuanya berawal dari sebuah hari yang terlihat biasa saja. TeeTee tetap datang menjemput, tetap bermanja-manja, dan tetap menunjukkan senyum yang sama. Namun, bagi Por yang telah menghafal setiap binar di mata kekasihnya, ada sesuatu yang redup. Ada kekosongan yang tidak bisa dijelaskan, sebuah rahasia yang tersembunyi di balik tawa ceria sang matahari.
"Tidak ada apa-apa," hanya kalimat itu yang keluar setiap kali Por mencoba bertanya.
Ketika sosok yang biasanya menjadi sumber energi kini mulai kehilangan cahayanya sendiri, Por dipaksa menghadapi kenyataan pahit: matahari yang ia cintai perlahan lupa caranya bersinar. Apa yang sebenarnya disembunyikan TeeTee di balik senyum itu? Dan sanggupkah Por tetap bertahan ketika dunianya perlahan-lahan mulai berubah menjadi gelap dan dingin kembali?
Haii!👋 It's me BiLu, again ehe~
Terima kasih buat yang sudah mau mampir ke cerita baruku ini. Semoga cerita ini bisa jadi teman yang menyenangkan dan kamu betah mengikuti petualangan tokoh-tokohnya sampai bab terakhir nanti🤗
Disclaimer as always: dalam proses menulis cerita ini, aku ada dibantu sama AI buat merapikan kalimat atau cari inspirasi diksi biar makin enak dibaca. Tapi tenang saja, "nyawa", ide, dan alur ceritanya tetap murni dari hati aku sendiri yaa~ ehe~
Kalau suka sama ceritanya, jangan sungkan buat kasih vote atau sekadar mampir di kolom komentar ya, karena dukungan sekecil apa pun dari para pembaca itu penyemangat buat aku! Selamat membaca, semoga suka!✨