🤍
3 stories
Hello, Yesterday!  by cappuc_cino
cappuc_cino
  • WpView
    Reads 1,919,269
  • WpVote
    Votes 260,584
  • WpPart
    Parts 34
#KKNSeries4 "Dua tahun untuk mencinta, lima tahun untuk melupa, satu detik untuk meruntuhkan segalanya." 🍂🕊️ Lima tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang tidak pernah terduga. Samira ingin tetap menjadi asing tanpa kenal nama, sementara Rajata tidak lagi sama. Pria itu datang, menuntut jawab atas kepergian Samira yang tiba-tiba. Di antara benci dan rindu yang saling beradu, mampukah Samira tetap bertahan pada pilihannya, atau justru menyerah pada sisa perasaan yang mungkin saja tidak pernah benar-benar dia lupa?
Museum Memoar by tiararidhati
tiararidhati
  • WpView
    Reads 3,166
  • WpVote
    Votes 427
  • WpPart
    Parts 44
Canina Tjahrir, mahasiswi Ilmu Kimia, mendaftar program pertukaran pelajar ke Barcelona karena... ingin belajar sastra, apalagi puisi. Sahabatnya tidak tahu jika ia masih menulis puisi. Menurut mereka, puisi itu bukan karya yang keren. Marco Dipoero Prasetya, berakhir mendaftar program pertukaran pelajar karena terdesak. Daripada masuk firma hukum lewat jalur titipan ayah, hina sekali. Sebagai mahasiswa Ilmu Hukum, Marco punya prinsip! Dan siapa sangka jalur yang Marco pilih mengantarkannya kembali pada Canina, perempuan yang pernah mengirimkannya surat cinta di SMA. Bersama empat orang lain, mereka mencoba membuat peraturan bertahan hidup: menavigasi keterbatasan bahasa, jam makan yang mundur tiba-tiba, budaya kencan yang gila, keraguan ini halal atau tidak, dan begadang setiap malam demi ratusan lembar kertas yang harus dibaca. Di antara semua kekacauan yang terjadi, di tanah Gaudi, mereka mendapatkan keberanian baru: untuk menyatakan cinta! © 2025, 25th May, Museum Memoar by Tiara Ridhati. All Rights Reserved.
maybe tomorrow we'll spill more dough and sing louder  by artsahi
artsahi
  • WpView
    Reads 1,905,747
  • WpVote
    Votes 194,168
  • WpPart
    Parts 53
Miko dan Dira selama ini hanyalah teman satu angkatan dan satu jurusan, yang juga kebetulan menempati unit apartmen di lantai yang sama. Interaksi mereka pun hanya sekadar saling menyapa saat tidak sengaja bertemu saat menunggu lift, atau berada di kelompok mata kuliah yang sama. Tidak pernah lebih dari itu. Tapi, bagaimana jika suatu hari bocah laki-laki berumur 4 tahun mengaku sebagai anak mereka dari masa depan?