AV_alvyta0625
Kobaran api melahap gedung tua itu ditengah kegelapan malam. Panasnya api bagaikan hati yang digelapkan benci.
"Aku akan kembali..." Gumam seseorang yang terlihat rapuh, matanya menyelidik disela-sela kehidupannya yang terancam.
Tangannya meraih jendela yang terlindungi dari api.
Apakah ada malaikat yang menjaga nya? Atau memang sejak awal api tak ingin menyentuhnya?
Dan kita hitung mundur
3... 2... 1...
prang! kaca jendela itu pecah, darah mengalir pelan di pipi gadis itu, tangannya yang terluka menggenggam batu yang membuka pintu dendam itu ringan.
"Aku janji... Akan membawamu kembali kesini," gumamnya lagi, seperti mantra yang di rapal kan berulang kali. Tangannya ringan menghempaskan batu saksi pada kobaran api yang membara
brugh! ia menghempas pelan raganya diantara rumput, pandangannya kabur terombang ambing angin yang mengguncang pohon pinus didepannya.
Kelopak matanya tertutup pelan, air matanya menetes.
Tanda kalah?
Kita tidak tahu, sampai kau membaca kisahnya.