yuseok_kang
Empat puluh ribu tahun setelah peluncuran wahana Voyager 1 dan Voyager 2, umat manusia di Planet Bumi telah menjelma menjadi peradaban Kardashev Tipe 2.0. Sementara itu, jauh di Lengan Norma Galaksi Bima Sakti, keturunan manusia hibrida Planet Kykyvo hidup sebagai peradaban yang jauh lebih maju.
Dalam sebuah ekspedisi ilmiah, Kang Yongnam, Kang Yeseo, dan rekan-rekannya menemukan sesuatu yang mustahil: sinyal kuno Voyager kembali hidup di ruang antarbintang. Demi menghormati peninggalan leluhur Homo sapiens, mereka mengaktifkan kembali pemancar wahana bersejarah itu dan mengirimkan salam damai ke Bumi.
Satu pesan sederhana menggemparkan seluruh peradaban manusia. Deep Space Network, teleskop radio raksasa, dan para ilmuwan dunia berlomba mengungkap asal-usul sinyal yang datang dari langit. Namun, semakin dekat mereka pada jawabannya, semakin mereka menyadari bahwa kisah ini bukan sekadar tentang teknologi, alien, atau penjelajahan antarbintang.
Ini adalah perjalanan pulang.
Sebuah ziarah lintas galaksi menuju rumah leluhur yang telah lama ditinggalkan. Sebuah penghormatan kepada Voyager, kepada sejarah umat manusia, kepada ilmu pengetahuan, dan kepada keyakinan bahwa sejauh apa pun manusia mengembara di antara bintang-bintang, asal-usul serta doa untuk para pendahulu tidak akan pernah kehilangan maknanya.
Where the Voyager adalah cerpen hard science fiction yang memadukan astronomi, evolusi manusia, komunikasi antarperadaban, dan nilai-nilai spiritual dalam sebuah kisah yang mengingatkan bahwa perjalanan terjauh di alam semesta terkadang hanyalah jalan panjang untuk kembali mengenali rumah.