WriMar B¹ KAJ
10 stories
Cermin Dua Hati by KomunitasAksaraJiwa
KomunitasAksaraJiwa
  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 30
Nara dan Naya pernah menjadi dua hati dalam satu cermin. Mereka lahir dengan wajah yang nyaris sama, tumbuh dalam tawa yang sama, bahkan mampu merasakan apa yang dirasakan satu sama lain tanpa perlu mengucapkan sepatah kata. Namun, hidup membawa mereka menempuh jalan yang berbeda. Jarak, waktu, dan pilihan perlahan mengikis kedekatan yang dulu terasa mustahil untuk hilang. Nara mengejar cita-cita sebagai konselor, sementara Naya memilih menikah muda dengan laki-laki yang diyakininya sebagai cinta sejati. Hingga suatu malam, Naya pulang dengan luka yang membuatnya nyaris tidak dikenali. Kepulangannya bukan hanya membuka Kembali kenangan yang lama terkubur, tetapi juga menyeret Nara pada sebuah pilihan yang mengguncang keyakinan yang selama ini ia pegang. Ketika Naya berusaha bangkit dari kepedihan, Nara justru dihadapkan pada godaan untuk mengulang kesalahan yang pernah menghancurkan hidup saudara kembarnya. Akankah mereka kembali menjadi RaYa yang dulu saling memahami, atau justru kehilangan satu sama lain untuk selamanya?
Selebihnya Adalah Hening by KomunitasAksaraJiwa
KomunitasAksaraJiwa
  • WpView
    Reads 156
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 30
Kita pernah merayakan riuh, sebelum akhirnya menyadari bahwa puncak tertinggi dari segala rasa adalah ketidakberdayaan bahasa. Kita menghabiskan hidup untuk mencari suara. Berbicara, berdebat, tertawa, dan meratapi nasib di tengah riuh dunia. Namun, ketika semua kata telah habis diucapkan, ke mana jiwa akan bermuara? Di sepanjang halaman buku ini, ragam tema berkelindan bagai riak air yang mencari muara. Dan di muara itulah, segala bunyi menyerahkan dirinya pada kesunyian yang megah. Karena di balik lembar terakhir kehidupan, selebihnya adalah hening. by: Zulfa . . . #1 Zulfa #2 Aksara
Jika Esok Kita Benar-Benar Asing by KomunitasAksaraJiwa
KomunitasAksaraJiwa
  • WpView
    Reads 132
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 30
"Cinta dan cita-cita tidak bisa berjalan bersama." Kalimat itu selalu dipegang teguh oleh Arkana, seorang pemuda yang memilih mengalah demi masa depan orang-orang yang bergantung padanya. Sebaliknya, Meldina percaya bahwa dua hal itu tidak harus saling mengorbankan. Perbedaan cara pandang membuat langkah mereka semakin menjauh. Di saat impian, restu orang tua, dan tanggung jawab datang bersamaan, sebuah kesalahpahaman perlahan mengubah hubungan yang dulu terasa begitu dekat. Jika suatu hari mereka benar-benar menjadi asing, apakah itu karena takdir atau karena keduanya terlalu lama diam?
Aku dan Luka Masa Laluku by KomunitasAksaraJiwa
KomunitasAksaraJiwa
  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 39
  • WpPart
    Parts 30
Di balik senyuman manisnya, tersimpan luka yang tak pernah benar-benar pulih. kumpulan puisi ini mengajak pembaca menyelami trauma, kehilangan, dan kenangan pahit seorang wanita yang berusaha bangkit. Setiap bait menjadi pelukan bagi hati yang terluka, sekaligus pengingat bahwa harapan dan keberanian selalu menemukan jalannya menuju pemulihan sejati.
Aku Adalah Pilihan yang Kupilih by KomunitasAksaraJiwa
KomunitasAksaraJiwa
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 30
Hidup tidak pernah berhenti meminta kita memilih. Antara bertahan atau menyerah, antara diam atau bersuara, antara menjadi apa yang orang mau atau menjadi siapa kita sebenarnya. Buku ini lahir dari kegelisahan itu-dari malam-malam hening ketika hanya diri sendiri yang menjadi saksi atas setiap keputusan yang diambil. "Aku adalah Pilihan yang Kuambil" adalah kumpulan puisi afirmasi tentang keberanian untuk memilih diri sendiri. Tentang luka yang sembuh dengan caranya, tentang ragu yang diubah menjadi langkah, dan tentang proses panjang menjadi utuh. Bukan karena hidup mudah, tapi karena kita memilih untuk kuat. Untuk kamu yang sedang di persimpangan, untuk kamu yang lelah tapi tak berhenti, untuk kamu yang hari ini memilih bertahan-buku ini adalah genggaman hangat yang berbisik: "Kamu sudah hebat, hanya dengan menjadi dirimu."
Selamat Jalan Kekasih by KomunitasAksaraJiwa
KomunitasAksaraJiwa
  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 30
Menceritakan tentang bagaimana dipertemukannya dua orang yang saling mencintai, dan metafora waktu kelamaan merubah kisah mereka menjadi sepenggal kisah yang harus berpisah, Awal pertemuan yang amat indah dengan berbagai cara penulis mengungkapkan perasaannya melalui puisi, dengan judul selamat jalan kekasih Yang bercerita bagaimana kekasih yang ia cintai pergi dengan cara yang paling menyakitkan
Mikrofon Mati Sebentar by KomunitasAksaraJiwa
KomunitasAksaraJiwa
  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
Di negeri ini, mikrofon tidak pernah benar-benar mati. Ia hanya tahu, kapan harus diam, atau berhenti. Setiap konferensi pers punya koreografinya sendiri: pertanyaan yang sudah dijinakkan, jawaban yang sudah dilatih, dan tepuk tangan yang datang terlalu tepat waktu. Seperti orkestra tanpa jiwa, melupakan musik apa yang sebenarnya sedang mereka mainkan. Alya baru sekali duduk di ruangan itu. Ia belum tahu bahwa mikrofon di depannya sudah lebih dulu tahu kapan harus mati. Sepersekian detik, tepat sebelum kejujuran sempat lolos dari balik tabir. Di sebelahnya, Broto sudah lama berhenti terkejut. "Tulis saja apa katanya," katanya. Kalimat yang terdengar seperti menyerah, padahal itu bekas luka yang dipoles jadi nasihat getir Dan di podium, Pak Wisnu Adiraga tersenyum dengan penuh kefasihan seorang yang sudah menghafal setiap jengkal kebohongannya, sampai terasa lebih nyata dari kebenaran. Mikrofon Mati Sebentar, bukan tentang siapa yang berbicara, tapi tentang siapa yang mengizinkan dirinya didengar dari panggung kehormatan. Dan tentang jeda paling singkat di dunia: ruang sunyi antara pertanyaan dan kepatuhan, tempat satu generasi wartawan terus-menerus diuji - apakah mereka akan jadi suara, atau hanya menjadi gema.
Ketos Dingin vs Gadis Bar-Bar by KomunitasAksaraJiwa
KomunitasAksaraJiwa
  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
Davindra, si ketua OSIS "Ketos" yang dingin, perfeksionis, dan alergi sama keributan. Hidupnya rapi kayak jadwal piket. Sampai suatu hari datanglah Aida, siswi baru yang dijuluki "Gadis Bar-Bar". Kerjanya teriak, rusuh, telat, dan hobi ngacak-ngacak ketenangan Davin. Saat tugas OSIS Menjaga pintu gerbang sekolah, Aida selalu datang terlambat, perang dingin pun dimulai. Yang satu jaga wibawa, yang satu jaga volume suara. Tapi siapa sangka, di balik berisiknya Aida ada alasan. Dan di balik dinginnya Davin ada sisi yang... luluh? Siapa yang akan menang? Ketos Dingin atau Gadis Bar-Bar?
Serpihan Doa yang Terapung by KomunitasAksaraJiwa
KomunitasAksaraJiwa
  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
Ada doa yang tak perlu diucapkan keras-keras. Cukup dibiarkan terapung, mengikuti aliran waktu, hingga sampai di tempat yang dituju. Kumpulan puisi ini adalah kumpulan serpihan-serpihan kecil dari relung hati. Setiap bait adalah napas yang dipanjatkan dalam hening, setiap larik adalah harapan yang dilepas ke angin. Aku ingin mengajak kita untuk percaya bahwa doa-doa yang tampak remeh, meski hanya serpihan, selalu menemukan jalannya pulang. Karena terkadang, cara terbaik untuk berdoa adalah dengan diam dan membiarkannya mengapung.
Serpihan Jiwa by KomunitasAksaraJiwa
KomunitasAksaraJiwa
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
Ada luka yang tidak bisa diceritakan dengan suara. Ada perang yang tidak terlihat oleh mata. Ada malam-malam panjang yang dilewati dengan dada sesak, sambil berpura-pura baik-baik saja di siang hari. Bait-bait puisi ini lahir dari serpihan-serpihan itu. Dari hati yang pernah hancur, tapi tetap memilih untuk tidak mati rasa. Dari jiwa yang pernah melebur karena terlalu lama bertahan, tapi tetap menulis, tetap berharap, tetap melangkah. Di setiap baitnya, kamu mungkin akan menemukan dirimu. Tangis yang selama ini ditahan. Kelelahan yang selama ini dipendam. Dan secercah cahaya kecil yang bilang: "kamu tidak sendirian." 'Serpihan Jiwa' bukan untuk disembuhkan. Ia ada untuk didengarkan. Karena kadang, sembuh dimulai saat kita berani mengakui bahwa kita pernah pecah. "Untuk semua yang pernah melebur, tapi tetap memilih hidup." - aksara.sa