annisayushalluna
- Reads 109
- Votes 34
- Parts 15
Di kedua tangannya tergenggam sebuah kotak musik kayu berukir bunga sakura.
Sudut-sudutnya telah memudar dimakan usia. Beberapa ukiran bahkan mulai retak. Kotak musik itu tampak seperti benda yang telah menemani seseorang melewati perjalanan yang sangat panjang.
Pria itu mengusap permukaan kotak musik tersebut dengan ujung ibu jarinya.
Pelan.
Penuh kehati-hatian.
Seolah benda itu adalah harta paling berharga yang masih ia miliki.
Ia mencoba memutar tuas kecil di samping kotak itu.
Klik...
Tidak ada melodi.
Tidak ada suara.
Hanya keheningan.
Pria itu menundukkan kepala sambil tersenyum tipis. Senyum yang tidak lahir dari kebahagiaan, melainkan dari seseorang yang telah terlalu lama berdamai dengan kehilangan.
Angin kembali bertiup.
Beberapa kelopak sakura jatuh tepat di atas kotak musik itu.
Dengan suara yang nyaris tak terdengar, ia berbisik,
"Kalau kali ini pun aku gagal... semoga di kehidupan berikutnya aku masih bisa menemukanmu."
Matanya perlahan terpejam.
Setetes air mata jatuh membasahi ukiran bunga sakura di atas kotak musik.