Ichalux
- Reads 152
- Votes 31
- Parts 15
⚠️DISCLAIMER⚠️
Sebelumnya, aku mohon maaf apabila ada penuturan dalam bahasa yang kurang tepat🙏
***
Bagi Hadi, kembali ke Desa Malino Tua adalah pulang ke rumah masa kecil yang penuh kehangatan. Namun bagi Ratih, sang istri yang sedang hamil tua, desa terpencil di pedalaman Sulawesi Selatan itu terasa asing, dingin, dan keliru.
Di siang hari, warga desa menyambut mereka dengan senyuman yang terlalu lebar. Namun di malam hari, desa mendadak mati. Sunyi, kecuali suara garukan aneh dari bawah kolong rumah panggung mereka, dan sebatang pohon pisang tanpa pucuk di sebelah rumah yang posisinya tampak bergeser setiap malam.
Ketika badai besar memutus satu-satunya jembatan akses keluar desa, ketuban Ratih pecah. Di tengah kegelapan total, bau darah persalinan mengundang sesuatu yang selama ini bersembunyi di balik wujud warga desa yang ramah.
Terjebak di atas rumah panggung yang dikepung, Ratih dan Hadi harus bertahan hidup sampai fajar. Namun di desa ini, ketakutan bisa mengubah ingatan, dan satu kesalahan kecil-seperti mengayunkan parang untuk kedua kalinya-bisa menjadi tiket menuju kematian.
Mereka tidak hanya harus melahirkan kehidupan, tapi juga lolos dari perburuan maut.
#1 ghaib 22 juni 2026