rainyrui
MOHON MELIHAT CHAPTER YANG TERTERA (Takutnya teracak dan tidak urut).
Sedikit berbeda dari 2 cerita sebelumnya, versi ini sedikit ambigu, jadi harap bijak dalam membaca🥹
🏁🏁🏁
Di mata publik dan lampu sorot media, Zhang Haiyan (Nomor 07) dan Zhang Haixia (Nomor 09) adalah rival abadi. Dua mesin pembunuh di atas aspal Sirkuit Internasional Nanyang yang saling sikut, memotong jalur tanpa ampun, dan memercikkan api dendam di setiap tikungan tajam. Media mencium permusuhan sengit, namun tidak ada yang tahu kebenaran pekat di balik dinding pit stop dan keheningan kamar hotel mereka.
Bagi semua orang, Haixia adalah pembalap liar dengan nyali jalanan tanpa batas. Namun di balik kemudi Nomor 09, setiap manuver, kepanikan, dan debar jantungnya berada di bawah kendali tak kasat mata milik Haiyan. Sebuah dominasi psikologis yang rapi, yang telah mengunci garis edar hidup Haixia sejak mereka masih sepasang sahabat remaja di sebuah bengkel tua beratap seng yang bocor.
Dulu, Haiyan adalah matahari tempat Haixia yang sebatang kara mengorbit. Kini, gravitasi itu menjelma menjadi rantai besi yang mencekik jiwanya.
Saat balapan final musim ini tiba, masa lalu dan masa sekarang berbenturan di satu titik pengereman yang ekstrem. Haixia dihadapkan pada pilihan terbesar dalam hidupnya: tetap menjadi bayangan patuh yang didikte oleh kalkulasi jenius Haiyan, atau mempertaruhkan seluruh karier dan kewarasannya untuk mematahkan gravitasi beracun itu dan merebut kembali kemandiriannya.
Karena di atas lintasan lurus menuju garis finis ini, taruhannya bukan lagi tentang siapa yang menyentuh podium pertama-melainkan tentang siapa yang sebenarnya memiliki hak atas jiwa sang pembalap Nomor 09.
-short
🏎️Cerita sedikit ambigu dibanding yang lain...
🏎️Pict by Pint