yulimaharani
Lima ratus tahun Cahaya Suci telah menaungi Kekaisaran Suci Caeloria. Di bawah naungan mahkota, altar suci, dan lonceng gereja yang tak pernah berhenti berdentang, seluruh rakyat percaya bahwa para dewa senantiasa menjaga tanah yang mereka pijak.
Namun, pada Tahun Ke-500 Cahaya Suci, istana menyambut kelahiran dua orang putri. Sejak tangisan pertama mereka memecah keheningan fajar, takdir mulai menuliskan kisah yang bahkan tak sanggup dibaca oleh para nabi. Di balik jubah para pendeta, di balik kemegahan singgasana, dan di balik doa-doa yang dipanjatkan setiap hari, perlahan tumbuh sebuah rahasia yang tak seorang pun berani menyebut namanya.
Sebab tidak semua nubuat lahir untuk menyelamatkan. Dan tidak setiap kebenaran ditakdirkan untuk dipercaya.
Apabila pada akhirnya mahkota, gereja, dan seluruh kekaisaran berdiri di hadapan satu pilihan... akankah Yang Mulia mempercayai apa yang disaksikan oleh mata, atau apa yang dibisikkan oleh takdir?