bapakxboty
Kenalin, nama gua Adit. Usia gua baru menginjak 18 tahun dan baru saja merampungkan masa-masa putih abu-abu alias lulus SMA beberapa bulan yang lalu. Hidup gua semenjak kecil memang tidak seberuntung anak-anak lain pada umumnya. Bapak dan Ibu sudah lama berpulang menghadap Yang Kuasa ketika gua masih duduk di bangku sekolah dasar, meninggalkan gua sebatang kara di dunia ini tanpa persiapan apa pun.
Satu-satunya tumpuan hidup dan pelindung gua sejak kecil hingga detik ini adalah kakak kandung perempuan gua satu-satunya yang bernama Lia. Meskipun saat ini Mba Lia sudah berusia 32 tahun dan telah resmi menikah dengan seorang pria pilihannya, gua tidak pernah dipisahkan darinya. Gua selalu diizinkan untuk terus ikut tinggal serumah dengan mereka, karena dialah satu-satunya keluarga darah daging yang gua miliki di dunia ini. Ke mana pun Mba Lia pergi, gua selalu mengekor, sebab bagiku Mba Lia bukan sekadar seorang kakak, melainkan pengganti sosok ibu dan ayah sekaligus.
Untungnya, kehadiran gua di tengah-tengah rumah tangga mereka tidak pernah menjadi batu sandungan. Bang Hunan suami Mba Lia adalah seorang lelaki yang luar biasa lapang dada dan tidak pernah mempermasalahkan status gua yang terus menumpang tinggal di rumah mereka. Bahkan, sejak pertama kali Mba Lia membawanya pulang untuk menikah, Bang Hunan memperlakukan gua seperti adik kandungnya sendiri, tanpa ada rasa canggung atau risih sedikit pun.