catatanriiinis
- Reads 195
- Votes 45
- Parts 32
"Jangan menjadi seperti kakakmu."
Kalimat itu menjadi sapaan pertama yang diterima Naka setiap kali melangkah ke babak baru dalam hidupnya. Seolah ada warisan yang tak pernah ia minta-bukan nama besar, apalagi harta, tetapi ekspektasi dari orang lain.
Moreo, kakaknya, telah lama lulus dari setiap sekolah yang Naka jejaki. Mereka terpaut usia lima tahun, tetapi nama Moreo selalu tertinggal meski sudah tak lagi ada di sana. Sayangnya, bukan karena jejak prestasi, melainkan deretan angka yang tak pernah lulus dan tingkahnya yang terus dibicarakan dari mulut ke mulut.
Naka ingin berhenti berjalan di bawah bayang-bayang masa lalu kakaknya. Namun, keinginan itu hanya berhembus menghilang seperti angin. Ia tetap harus melangkah di jalan yang sama, tetapi dituntut mengukir jejak yang berbanding terbalik. Tak seorang pun bertanya apakah ia siap memikul beban itu. Semua hanya berharap satu hal yang sama-Naka tidak akan mengulangi jejak Moreo.
Harapan itu mungkin membesarkan nama Naka, tetapi pada saat yang sama terus mengecilkan posisi Moreo. Namun, apakah Naka harus terus menjalani hidup dengan ekspektasi yang lahir dari kegagalan kakaknya? Lantas kapan ia bisa hidup sebagai dirinya sendiri?
#BlueHourAmorimey #AmorimeyMedia