seraa_phinaa
Loka Pradeepa berdiri di bawah bayang-bayang miliknya yang terpantul dari cahaya kuning lampu jalan. Hujan turun begitu deras. Guntur saling bersautan. Langit hitam bergumul dengan awan petang yang berselimut kemarahan.
Pundak Loka terasa berat dan ia begitu lelah. Huh, dengusnya dengan senyum lelah.
"Semua orang emang capek. Semua orang hidup, bekerja, pulang kerumah, bertemu orang menyebalkan, kena sial di jalan, dan pekerjaan yang ngga ada habisnya. Tapi, boleh ngga sih aku mengeluh saat ini? Capek banget, ngga kuat ...."
..
Tidak ada kekurangan yang ada pada dirinya. Tampan, tinggi, badan bagus, tentu saja nilai plus yang sangat menjanjikan. Ditambah dengan kepintarannya yang dituangkan dalam cetak biru gedung mewah, apartemen, dan perumahan mahal. Terlalu handal dan sempurna tanpa celah, tapi bagi Loka Pradeepa semua itu hanya omong kosong.
..
Jika terus seperti ini, apa Loka yakin bisa hidup menggantikan kakaknya yang merupakan kebanggaan orang tua?
Atau Loka akan mati dalam keterpurukan dan dibuang seperti sampah?