Dhita's Favorite pt. 2
3 stories
COASS COOPERATE 3.0 [Sequel of CC 2.0] by feyarms
feyarms
  • WpView
    Reads 2,517,598
  • WpVote
    Votes 480,993
  • WpPart
    Parts 200
Sequel dari Coass Cooperate 2.0 Silakan membaca Coass Cooperate 2.0 apabila merasa bingung dengan plot Coass Cooperate 3.0 Seputar kehidupan para koass selama masa Program Profesi Dokter, bersama segala balada hidup dan asmaranya bersama teman sepengiriman, dokter residen, dokter internship, hingga adik tingkat mereka. Menjadi koass kadang menyenangkan, kadang menyedihkan, kadang terlalu banyak drama. Intinya, masa koass indah untuk dikenang, tidak untuk diulang, dan siap untuk dipinang. Note Semua watak, karakter, maupun tokoh dalam cerita ini sama sekali tidak berhubungan dengan kehidupan idol di dunia nyata. Semua yang terjadi dan ada di sini hanya bersifat fiksional belaka. WARNING: Mengandung pembahasan mengenai mental illness, suicidal thoughts, suicidal behavior, selfharm, toxic family, toxic relationship, etc. READ AT YOUR OWN RISK
Deadly Devotion     [ 𝕸𝖆𝖗𝖍𝖔𝖔𝖓 ] by ninelv
ninelv
  • WpView
    Reads 21,859
  • WpVote
    Votes 2,896
  • WpPart
    Parts 32
kill to love
Just Friend ft. Marnit  by lilouhere_
lilouhere_
  • WpView
    Reads 23,467
  • WpVote
    Votes 2,391
  • WpPart
    Parts 31
Sejak hari pertama memakai seragam merah-putih sampai sekarang sudah mengenakan abu-abu di kelas XII MIPA 1, posisi Deka Radjagunawan dan Artama Fachri gak pernah berubah: setia menempati bangku pojok belakang kelas, dekat jendela. Bagi semua orang, mereka adalah paket lengkap yang gak bisa dipisahkan. Deka adalah si cowok cool berbau mahal yang selalu pasrah jadi tameng kemalasan sahabatnya. Sementara Tama adalah si cowok manis, petakilan, pemalas yang hobi nyontek tugas dan bebal kalau dilarang merokok. Dua belas tahun bersama membuat Deka hafal semua tabiat absurd Tama-dan tanpa Tama tahu, Deka juga sudah hafal bagaimana rasanya menyembunyikan detak jantung yang menggila sejak kelas 1 SMP, tepat saat Tama mengobati luka di lututnya. Namun, kenyamanan satu meja itu mendadak diuji. Kehadiran Rafa, cowok kelas sebelah yang mulai rajin menebar modus ke Tama, sukses membakar habis sumbu cemburu Deka. Frustrasi karena merasa tidak punya hak untuk melarang, Deka mengambil keputusan gila: mencoba mengubur perasaannya dan memacari Nadine, adik kelas mereka. Bukannya selesai, keputusan itu justru menjadi awal dari retaknya hubungan mereka. Bangku yang biasanya penuh tawa kini mendadak sunyi oleh perang dingin. Di antara rasa tidak rela yang perlahan menyiksa Tama, dan rasa haus akan kepemilikan yang membuat Deka hampir gila, sanggupkah meja pojok belakang itu bertahan mempertahankan dua rasa yang selama ini terpendam? -"Dua belas tahun kita duduk di meja yang sama. Tapi kenapa pas ada orang lain di antara kita, meja ini rasanya jadi jauh lebih luas daripada samudra?"