Affection99
"Kau....Kau harus mengganti susu cokelatku!!"
Jerit Li Shuyuan serak karena tangis, namun nadanya tegas.
"Tahu tidak... Itu hadiah tahun baru dari ibuku. Aku bahkan belum sempat meminumnya." Jemarinya masih mencengkeram mantel wol tebal itu dan cukup untuk menyampaikan betapa hancurnya hati remaja 16 tahun itu.
Liu Tianyue, pemuda yang baru saja tanpa sengaja menyerempet tubuh Li Shuyuan dengan mobil mewah miliknya, terpana sesaat.
Dunia yang biasanya berjalan sesuai skenario yang membosankan dari orang miskin mencari celah, orang kaya yang melempar uang. Ia sudah menyiapkan kata-kata sinis di lidahnya, siap menuduh remaja ini sebagai penipu kelas teri yang sengaja menjatuhkan diri demi uang asuransi atau ganti rugi murah. Tatapannya tajam penuh penghakiman.
Namun, saat menatap air mata tulus dan kecantikan rapuh Shuyuan yang lebih bersedih atas hilangnya kehangatan minuman itu daripada luka fisiknya, tembok es di hati Tianyue retak untuk pertama kalinya. Sinisme Tianyue runtuh, digantikan oleh rasa kagum akan kecantikan alami di balik pipi memerah kedinginan dan mata yang bengkak karena air mata. Rasa penasaran itu menguat mengiringi ketertarikan mendalam pada keberanian serta kepolosan remaja tersebut.
Mereka tidak pernah tahu bahwa pertemuan tak sengaja ini adalah awal dari musim semi yang akan datang. Mereka juga belum sadar bahwa setelah bunga mekar, daun-daun gugur harus terlebih dahulu jatuh sebelum memulai musim dingin selanjutnya. Di tengah heningnya salju yang mulai mencair, bayang-bayang dari musim yang akan datang menyelinap masuk ke dalam pikiran mereka.
Apakah kehangatan yang mereka temukan di tengah salju akan bertahan ketika badai kehidupan datang? Akan cukupkah perasaan yang lahir dari tumpahan cokelat manis itu untuk menahan beratnya ekspektasi dunia?
Atau akankah mereka seperti daun-daun di musim semi yang terjalin indah sesaat, sebelum akhirnya terpisah oleh angin musim gugur dan waktu yang tak kenal ampun?