imnotallee
Bagi Maelian Respati, rumah bukan sekadar dinding dan atap. Rumah adalah cangkang, satu-satunya benteng yang melindungi keluarganya dari dunia luar yang jahat dan jejak kekerasan Bambang, ayah mereka. Sebagai anak dengan empati berlebih yang menyerap rasa sakit seperti busa, Mael bersumpah tak akan membiarkan siapa pun merusak "sarang" mereka lagi.
Dengan ketajaman intuisi dan manipulasi emosional yang tak terlihat, Mael berhasil menyingkirkan ayahnya dan memegang kendali penuh atas rumah. Ia mengunci pintu dari dalam, memutus sinyal, dan memaksakan nostalgia masa kecil kepada Arini, ibunya yang makin pasif, serta Nila, adik perempuannya. Di mata Mael, ini adalah bentuk kasih sayang dan perlindungan tertinggi.
Namun, ketika Nila mulai merasa tercekik dan diam-diam mencari jalan keluar bersama Julian, teman sekolahnya, Mael berhadapan dengan kegilaan terburuk dari sifatnya, ketakutan ekstrem akan penolakan. Di dalam rumah yang kian dingin, lembap, dan klaustrofobik, Mael dipaksa memilih, membiarkan adiknya bernapas di luar, atau meremukkan mereka semua di dalam cangkang yang ia ciptakan sendiri.
Sebab bagi seorang kepiting, mencengkeram hingga hancur terasa lebih aman daripada harus melepaskan.