sendhy006
- Reads 180
- Votes 27
- Parts 42
Sembilan hari setelah kematian ibunya, Raka menerima sebuah telepon dari nomor yang seharusnya sudah tidak mungkin aktif.
Nomor milik ibunya.
Suara di seberang telepon hanya mengatakan satu hal:
"Jangan pulang."
Namun Raka tetap pulang setelah ayahnya tiba-tiba menghilang.
Di rumah tua yang menyimpan terlalu banyak rahasia, Raka menemukan sebuah kamar yang sejak kecil dilarang untuk dibuka. Di dalamnya terdapat rekaman terakhir ibunya, foto seorang anak perempuan yang tidak pernah ia kenal, serta jejak-jejak kehidupan seseorang yang seolah telah terperangkap di sana selama 189 hari.
Semakin Raka mencari jawaban, semakin banyak hal aneh yang terjadi.
Suara ibunya terdengar dari ruangan kosong.
Ayahnya meminta pertolongan dari bawah lantai.
Dan seorang anak perempuan terus memanggilnya dengan satu sebutan:
"Kakak."
Masalahnya, Raka tidak pernah mempunyai adik.
Atau setidaknya...
itulah yang selama ini ia percaya.
Kini Raka harus menemukan kebenaran tentang rumah itu sebelum semuanya terlambat.
Karena ternyata ada tiga kamar yang tidak boleh dibuka.
Dan seseorang di dalam rumah sedang berusaha membuat Raka mengingat sesuatu yang sengaja dilupakan oleh keluarganya.
Sesuatu yang terjadi bertahun-tahun lalu.
Sesuatu yang berhubungan dengan kematian seorang anak.
Dan mungkin...
Raka bukan korban pertama.
Jangan Pernah Membuka Pintu Itu.
Karena terkadang, hal paling mengerikan bukanlah apa yang berada di balik pintu.
Melainkan...
apa yang menunggu untuk keluar.