ClovieInk_
ETERNAEL adalah boygroup beranggotakan empat orang yang sedang naik daun di tahun ketujuh debutnya. Di balik sorotan panggung dan senyuman sempurna, mereka menyimpan luka masing-masing. Rasa bersalah sang leader, ketakutan sang visual grup, depresi sang rapper, dan kesengsaraan sang maknae yang terikat kontrak seumur hidup.
Semuanya berubah sejak album pertama mereka setelah perpanjangan kontrak dan juga kedatangan manager baru, Leo Park.
Setiap kali mereka menyanyikan title track mereka secara live, waktu dunia nyata berhenti. Keempat member terlempar ke realitas lain, menjadi prajurit bisu, boneka tanpa wajah, budak kontrak, atau hantu dalam foto lama, dengan waktu yang tersisa hanya sepanjang lagu itu sendiri.
Misi-misi itu bukan petualangan, mereka adalah cermin brutal dari trauma yang selama ini mereka kubur dalam-dalam.
Mereka tahu, "setiap kegagalan berarti satu kursi di stage akan kosong selamanya."
Fans yang terus meneriakkan "Cir-yx! Cir-yx!
Breath and return, Eternael." Tanpa sadar menjadi bagian dari kutukan itu. Karena ternyata, satu-satunya cara untuk bebas dari siklus ini adalah dengan memilih siapa di antara mereka yang harus berhenti bernyanyi selamanya.
Ini bukan lagi sekadar hubungan idola dan penggemar. Ini seperti tragedi gelap tentang harga dari kata 'selamanya dan sempurna'.
ETERN4EL - Empat nyawa yang terus dipaksa bersinar sampai padam.