ridianku
- Reads 1,764
- Votes 2
- Parts 5
"masuk....dalam banget, nak", erang Widya merasakan ujung kepala kontol anaknya menabrak keras dinding rahimnya.
"Aaakkkhhhh....kontol Evan ditelan memek mamah. Ssshhhh...."
entah kenapa saat Widya di perlakukan kasar saat berhubungan badan dirinya merasa bisa ikut menikmati, bahkan dirinya merasa suka dengan hal tersebut. Sensasi saat orang menyetubuhinya kasar bak seorang Pelacur justru mampu membuat Widya klimaks berkali-kali.
PLOK!!! PLOK!!! PLOK!!!
"Aaakkkhhhh...Aaaakkkkhhh....maahhhh...ssshhh...Evan mau keluar. Ssshhhh..."
"keluarin, nak. Ssshhhh...keluarin saja...."
"Ini, mah....ini peju Evan....ini anak dari Evan. Aaarrggghhh!!!"
CROT!!! CROT!!! CROT!!!
Dalam sodokan terakhir yang kuat Evan menyemburkan semua isi zakarnya ke dalam rahim mamah kandungnya sendiri. Tak tau berapa semprotan yang masuk tapi yang jelas itu sangat banyak hingga Widya sendiri merasakan bahwa rahimnya terisi penuh oleh cairan kental hangat itu.
"Banyak banget, nak rasanya yang masuk. Rahim mamah jadi penuh sama sperma kamu"
"Bukan sperma, mah. Itu peju Evan... Biarin aja di dalam biar mamah hamil anak Evan"
"kamu anak mamah, tapi malah mau jadi bapak juga. Hihihihi..."
"Soalnya mamah binal banget. Mamah kaya Lonte sih mau-maunya di entotin banyak kontol udah gitu sampai hamil lagi. Evan yang anaknya mamah sendiri kan jadi pengen hamilin juga"
"dasar anak naka..."
"Biarin, daripada mamah binal"
"awalnya mamah ga mau tau, tapi karna enak banget mamah jadi mau aja deh. Hihihihi..."
"Dasar mamah Lonte"
"Masa mamah sendiri dibilang Lonte? Kalo mamah Lonte mangnya kamu ga malu?"
"Ya jelas malu lah, mah. Siapa juga yang mau punya mamah yang kaya Lonte"