Lupudhu
"Lihatlah bagaimana dia menyerahkan dirinya kepadaku. Begitu rapuh, begitu telanjang dan begitu penuh dengan cinta yang naif. Dia mengira aku sedang menatap kedalam jiwanya, padahal aku hanya sedang menguliti keindahannya dengan mataku. Bagi dunia, dia adalah seorang manusia. Namun bagiku, dia adalah Agalmatophilia-ku. Sebuah mahakarya hidup, daging yang bernapas hanya untuk memuaskan dahaga estetis dan cupiditas dalam diriku. Dia bukan kekasihku, dia adalah hak milikku, sebuah seni terlarang yang sengaja kuperangkap dalam sangkar obsesiku sendiri."