Before Sleep Scenario
4 stories
Rush Against Time (BoBoiBoy) [END] by _ayeeeeee_
_ayeeeeee_
  • WpView
    Reads 1,452
  • WpVote
    Votes 262
  • WpPart
    Parts 22
"Kambuh lagi ya?" Ais sudah menebak apa yang terjadi padanya, Dokter hanya mengangguk. "Sampai kapan kamu berniat merahasiakan ini dari saudaramu?" Dokter itu melihatnya nanar, mereka sudah bertemu cukup sering terutama akhir-akhir ini. ".....saya akan beritahu ketika waktunya sudah tepat, tolong jangan bocorkan apapun pada mereka" Ais menggenggam selimutnya lebih keras, berusaha menahan ribuan rasa yang selama ini Ia kunci rapat. "Kondisimu semakin hari semakin menurun, saya bahkan tidak tahu berapa lama waktu yang Kamu punya" Dokter memeriksa catatan yang diberikan perawat. "Heh, bukannya saya bisa melakukan sesuatu kan?" Ais hanya tertawa pasrah sambil mendengus. 'Aku mencintai mereka, bahkan lebih dari diriku sendiri'. Hanya itulah alasannya bertahan. "Semakin kamu berusaha mengubah takdir, semakin keras takdir berusaha untuk tetap berjalan seperti semestinya".
The Price of Rewind (BoBoiBoy) [END] by _ayeeeeee_
_ayeeeeee_
  • WpView
    Reads 2,954
  • WpVote
    Votes 509
  • WpPart
    Parts 24
"Ice Kastara Ardhyaksa?" tanya seorang polisi, memastikan. Ice hanya mengangguk lemas, memandang kosong polisi di depannya. "Panggil saja Tara" ujarnya. "Baiklah, Tara, bisa ceritakan apa yang terjadi hari itu?" . . "Blaze Kalingga Ardhyaksa? Dan itu terakhir kali kamu melihat kakak kembarmu masih hidup?" tanya polisi itu. Ice mengangguk. "Bagaimana dengan saudaramu yang lain?" tanya polisi itu lagi. "Thorn Wilasa Ardhyaksa, Solar Wirasena Ardhyaksa, Taufan Nalendra Ardhyaksa, dan Gempa Nareswara Ardhyaksa" polisi itu memastikan. Ice hanya mengangguk dalam diam, itu adalah percakapan terakhirnya dengan kakak dan adiknya, sebelum akhirnya Ia menemukan jasad mereka. . . "Saat itulah kamu menemukan mayat kelima saudaramu?"tanya sang polisi. Ice mulai bergetar mengingat kembali darah dan seluruh tubuh yang tergeletak di dekat meja makan tempat mereka selalu berkumpul setiap harinya. . . "Bisa ceritakan lebih lanjut tentang kakak sulungmu?" pinta polisi itu sehalus mungkin, "Halilintar Nararya Ardhyaksa". . . "....eh?" . . "Aku akan menawarkan sesuatu yang menarik bagimu" suara itu berkata kembali, "Akan ku putar waktu sebelum tragedi ini terjadi, sisanya tergantung usahamu sendiri" suara itu melanjutkan. "Apa yang kau inginkan sebagai gantinya?" tanya Ice, tidak ada yang gratis, Ia paham betul itu. Tidak ada yang gratis . . "Semoga beruntung, kontraktor" semuanya jadi hitam.
Their Last Mission by _ayeeeeee_
_ayeeeeee_
  • WpView
    Reads 103
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
"Maaf, aku baru datang" ujar pria bermanik ruby itu lirih, menatap gundukan tanah merah di tengah hujan. "...maaf komandan, sepertinya semua masih terlalu berat untuknya" Ochobot meminta maaf atas perlakuan Hali yang kurang sopan. "Tak apa, jika aku ada di posisinya, mungkin aku akan melakukan hal yang sama". ".....masih belum ya?" Gopal sebenarnya cukup prihatin melihat kondisi sahabatnya yang satu itu, tak peduli apapun yang mereka lakukan, Hali masih belum bisa bangkit dari dukanya. "....pasti berat baginya, berikan dia sedikit lebih banyak waktu" Qually ikut menghela nafas. ".....aku kangen kita yang dulu" Yaya menata punggung yang berjalan menjauh agak sempoyongan itu. Ia masih ingat jelas kehangatan dan kerusuhan yang selalu terjadi disekitar mereka, namun kini hanya hening yang menyapa. "Kita usahakan agar semuanya membaik" Ying mencoba tetap berpikir positif. 'Susah....' tentu saja Fang tahu akan hal itu. Adik-adik Hali adalah dunianya, saat mereka semua pergi meninggalkannya, Hali jatuh dalam jurang yang dalam. Satu-satunya yang bisa menyelamatkan Hali kini hanya adik-adiknya, tapi mereka tak bisa menghidupkan orang yang sudah mati.
Dive In by _ayeeeeee_
_ayeeeeee_
  • WpView
    Reads 583
  • WpVote
    Votes 137
  • WpPart
    Parts 24
Selami kembali momen yang telah dikubur-memori yang kabur, rancu, dan menyimpan kebenaran tentang hari itu. Namun dari sudut pandang yang berbeda, semuanya akan tampak tidak sama. Bangunkan sang penyelam dari tidur panjangnya. Perbaiki semuanya. Setidaknya, itulah yang masih bisa kalian lakukan.