dark romance
2 stories
LUMINESCENCE [END] by skyaesra
skyaesra
  • WpView
    Reads 1,532,697
  • WpVote
    Votes 38,888
  • WpPart
    Parts 60
Zevesh tegaskan gadisnya itu LUMINESCENCE untuknya. Zevesh percaya bahwa poros hidupnya hanya berpusat pada gadisnya. Zevesh berani bersumpah bahwa tak ada yang lebih berharga daripada gadisnya di dunia yang fana ini. Gadis Zevesh segala-galanya untuk Zevesh. Bahkan gadisnya lebih berarti daripada kedua orang tuanya. Satu hal yang Zevesh lupakan. TUHAN. Zevesh tidak menyadari bahwa gadisnya milik tuhannya, bukan milik orang tua gadisnya apalagi milik Zevesh seorang. Zevesh egois, tentu saja. Zevesh pemaksa, itu keharusan. Zevesh begitu dingin, tidak dengan gadisnya. Zevesh mengerikan, jika ada yang berani mengganggu gadisnya. Dan satu hal yang kalian harus ketahui, Zevesh adalah dewa kematian yang akan menjemput ajal siapapun yang berani mengusik gadisnya tak terkecuali keluarganya. "Zevesh is very crazy, and it's all totally because his lovely girl. " *** ⚠ WARNING!!! TERDAPAT ADEGAN, KATA-KATA SERTA UMPATAN KASAR YANG SANGAT TIDAK PANTAS UNTUK DITIRU. PLEASE BE A SMART READERS.
A TOTAL SINNER by yourbezilla
yourbezilla
  • WpView
    Reads 345,500
  • WpVote
    Votes 9,704
  • WpPart
    Parts 65
Warning! Dark Romance, Mature scenes Satu hal yang paling Luciene benci di dunia ini adalah ketika papanya mengumumkan bahwa ia akan memiliki pengganti mamanya, Diana. "I will never accept anyone who wants to replace my mother. Tidak ada yang cukup pantas untuk menggantikannya, bahkan ratu dari kerajaan dunia sekalipun." Luciene menatap Cody (Papa Luciene) dengan menunjukan sedikit smirk jahat di bibirnya. Tatapan tajam dengan wajah sadis yang rupawan merupakan kutukan terbesar bagi semua orang yang melihatnya. Mata Luciene teralihkan dan menunduk untuk menatap ke arah perempuan muda yang berdiri di sebelah Cody, dia merupakan anak dari "Mama" barunya itu. Dia menatap intens perempuan itu sampai ia gemetar di sekujur tubuhnya. Smirk Luciene membesar sebelum menatap kembali ke arah Cody. Cody tahu jelas apa yang ada di pikiran Luciene. Ia langsung menarik perempuan itu ke belakangnya guna melindunginya. "Luciene kamu jangan coba berani main-main dengan adikmu!" Luciene terkekeh dan berbalik berjalan menuju kamarnya, "Darah dagingmu kah sehingga dia harus ku anggap adikku?"