R-Raito
Dahulu, di bawah langit Aethelgard yang damai, Manusia dan Elf hidup berdampingan sebagai saudara.
Mereka berbagi tanah yang sama, menghirup udara yang sama, dan menerima anugerah sihir murni dari Sang Pencipta.
Namun, kedamaian itu tidak bertahan selamanya.
Bangsa Iblis tidak mampu melawan Sang Pencipta secara langsung. Maka mereka memilih cara yang jauh lebih keji, menghancurkan ciptaan-Nya dari dalam.
Dengan kebohongan, hasutan, dan manipulasi sejarah, mereka menanamkan benih kebencian di antara Manusia dan Elf. Masa lalu dipalsukan. Kepercayaan diputarbalikkan. Dan dari kebohongan tersebut lahirlah sesuatu yang lebih mengerikan:
Dewa-dewa palsu.
Manusia dan Elf akhirnya terpecah.
Mereka mengangkat senjata atas nama Tuhan yang mereka yakini benar, saling membantai dalam perang suci yang tak pernah berakhir.
Sementara itu, dalang sebenarnya hanya menyaksikan semuanya dari balik tirai.
Berabad-abad kemudian, seorang kesatria tanpa tuan bernama Reiji menemukan sebuah artefak kuno di tengah reruntuhan medan perang.
Sebuah artefak yang seharusnya tidak pernah ditemukan.
Di dalamnya tersimpan bukti mengenai Sang Pencipta yang telah dilupakan dunia, serta kebenaran tentang bagaimana perang antara Manusia dan Elf sebenarnya dimulai.
Semakin jauh Reiji menggali masa lalu, semakin ia menyadari satu hal:
Seluruh dunia yang selama ini ia kenal dibangun di atas sebuah kebohongan.
Jika kebenaran itu terungkap, bukan hanya agama yang akan runtuh.
Kerajaan akan jatuh.
Perang akan meledak kembali.
Dan sesuatu yang jauh lebih mengerikan mungkin akan terbangun.
Kini Reiji harus memilih.
Membiarkan dunia terus hidup dalam kebohongan yang memberinya kedamaian...
atau merobek tirai itu dan mengungkap kebenaran nya, meskipun kebenaran tersebut dapat menghancurkan Aethelgard untuk selamanya.
"Dewa yang kau sembah bukanlah penyelamat."
"Ia hanyalah tirai yang menutup matamu dari kebenaran."