wdamayanti
Di keluarga Sanjaya, darah adalah segalanya.
Nama keluarga adalah kehormatan.
Dan menjadi pewaris berarti memiliki kekuasaan yang bahkan tidak semua orang bisa memilikinya.
Namun bagi Raga Dirgantara, nama Sanjaya bukanlah sebuah kebanggaan.
Nama itu adalah alasan mengapa begitu banyak mata mengawasinya.
Alasan mengapa beberapa orang berharap dirinya tidak pernah kembali.
Dan alasan mengapa sejak awal, Raga tahu bahwa kepulangannya tidak akan pernah diterima semua orang.
Raga sudah mengetahui siapa dirinya.
Ia tahu siapa ayahnya.
Ia tahu dari keluarga mana darahnya berasal.
Ia juga tahu bahwa ada orang-orang yang menganggap keberadaannya sebagai ancaman.
Namun Raga tidak pernah menyangka bahwa memasuki dunia Sanjaya akan membuatnya kehilangan begitu banyak hal.
Termasuk ketenangan yang selama ini ia miliki.
---
---
Namun Raga belum tahu satu hal.
Di tengah dunia yang penuh kepentingan itu, akan ada seseorang yang tidak peduli dengan nama Sanjaya.
Seseorang yang tidak melihat Raga sebagai pewaris.
Tidak melihatnya sebagai ancaman.
Tidak melihatnya sebagai bagian dari perebutan kekuasaan.
Ia hanya melihat Raga sebagai Raga.
Namanya Laura.
Seorang gadis manis yang hadir tanpa rencana.
Tanpa mengetahui bahwa di balik sikap dingin seorang Raga Dirgantara, tersimpan dunia yang penuh tekanan.
Dan tanpa menyadari bahwa senyumnya perlahan akan menjadi warna di kehidupan Raga yang selama ini begitu gelap.
Di tengah konflik keluarga Sanjaya yang penuh ambisi dan perebutan kekuasaan, terselip sebuah kisah manis tentang Laura-
gadis yang mengubah dunia gelap Raga menjadi penuh warna.
Namun sebelum kisah itu dimulai...
Raga harus terlebih dahulu menghadapi keluarganya sendiri.
Karena menjadi pewaris Sanjaya bukanlah sebuah kehormatan.
Terkadang, itu adalah hukuman.