Boleh lah
8 stories
PREGNANT (DewTee) by LalisaManoban792389
LalisaManoban792389
  • WpView
    Reads 506,370
  • WpVote
    Votes 27,441
  • WpPart
    Parts 45
Apa jadinya jika Dew Jirawat seorang ketua geng motor sekaligus kapten basket yang paling ditakuti seantero sekolah tiba-tiba terbangun dikamar hotel bersama seorang siswa culun? Siswa culun itu adalah Tee, tidak ada yang spesial, hanya anak kutu buku dengan kaca mata dan tentu saja buku-buku kesayangannya itu. "Gue mint-" "Aku gak akan bilang siapa-siapa kok," potong Tee. "Gu-" "Aku permisi dulu," Tee pergi begitu saja setelah selesai memakai pakaiannya kembali, membuat Dew kebingungan. ... "Lo hamil? Lo hamil anak gua?" Tanya Dew menggenggam erat pergelangan tangan Tee Agara cowok itu tidak kabur. "L-lepas... Sakit," "Jawab dulu," kata Dew. Tee tidak berani menatap Dew, dia hanya bisa menunduk sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Dew.
+18 more
F R I E N D (bxb) by reynaka99
reynaka99
  • WpView
    Reads 124,897
  • WpVote
    Votes 9,768
  • WpPart
    Parts 25
"Lu berdua pacaran ya?" "Yakalai anjir! Gue sama dia udah temenan dari otong kami sekecil kelingking. Masa mau pacaran? Kayak nggak ada manusia lain aja!" Bagi Aksa, Axel adalah kebisingan yang ia izinkan. Bagi Axel, Aksa adalah ketenangan yang ia butuhkan. Mereka adalah definisi dua dunia yang dipaksa menyatu. Yang satu sedingin es, yang satu seberisik petasan. Dunia pun bingung, ritual apa yang mereka pakai sampai bisa bertahan berteman selama 12 tahun. Semuanya baik-baik saja, sampai mereka menginjak kelas 12. Garis pembatas yang mereka bangun perlahan kabur. Aksa mulai menunjukkan proteksi yang terlalu jauh, dan Axel mulai gagal menerjemahkan detak jantungnya sendiri. Mereka terjebak fase denial parah, menolak jatuh cinta karena takut merusak hubungan, tapi malah sakit hati sendiri saat sadar mereka udah nggak bisa lagi cuma jadi sekadar teman.
Tolene Jagad [End] by Tuuyyuulll
Tuuyyuulll
  • WpView
    Reads 240,375
  • WpVote
    Votes 15,072
  • WpPart
    Parts 34
"Jok belakang Mas masih kosong nih, Manis..." goda Jagad, lengkap dengan cengiran mautnya tiap kali melihat adik kelas yang menggemaskan lewat. "Aduh... manis banget sih masa depanku," gombalnya lagi. Bukan Jagad namanya kalau sehari saja tidak menebar pesona di koridor sekolah. Danendra Jagadita. Siswa kelas 3 SMA 5 Gambir ini bukan cuma modal tampang. Dia adalah ketua perkumpulan motor CB Klasik yang disegani, sekaligus bintang lapangan di ekstrakurikuler Voli. Di sampingnya, selalu ada dua sahabat setia, Pradipa Wiratama yang tenang dan sudah punya pawang, serta Satria Mahendra, si tukang icip yang punya sisi gelap di balik senyum tipisnya. [ ⚠️ TRIGGER & CONTENT WARNING ] Cerita ini mengandung konten dewasa eksplisit (Explicit Content), seks bebas, dan karakter di bawah umur (Underage). Terdapat pula pembahasan mengenai trauma masa lalu yang mungkin memicu ketidaknyamanan pembaca. RATING: 21+ Bijaklah dalam memilih bacaan. Segala tindakan dalam cerita ini adalah fiksi dan tidak untuk ditiru di dunia nyata.
JALAN PULANG - BL [End] by iyaalaaa_
iyaalaaa_
  • WpView
    Reads 68,908
  • WpVote
    Votes 4,759
  • WpPart
    Parts 44
Bagas selalu tahu ke mana harus pulang. Tapi tidak dengan perasaannya sendiri. Di antara sore desa, jalan kecil, dan hari-hari yang berjalan sederhana, ada seseorang yang perlahan menjadi bagian paling tenang dalam hidupnya. Jero datang seperti angin berisik, menyebalkan, dan terlalu sulit untuk diabaikan. Dari pertengkaran kecil, perjalanan pulang menjelang malam, hingga hal-hal sederhana yang tanpa sadar membuat mereka saling tinggal. Perasaan itu tumbuh pelan-pelan. Tanpa mereka sadari.Dan mungkin benar... kadang, jalan pulang bukan lagi soal tempat. Tapi tentang seseorang. ⚠️ Cerita ini merupakan spin-off dari Dalang Muda dan berfokus pada side couple Bagas & Jero. -Cerita ini hanya fiksi yang menggunakan latar budaya. Tidak ada maksud untuk mengubah, merendahkan, atau menyalahartikan budaya aslinya.
Revenge | BL by swevdainty
swevdainty
  • WpView
    Reads 1,325,232
  • WpVote
    Votes 93,474
  • WpPart
    Parts 61
Pernah nggak sih, lo jatuh cinta gila-gilaan sama pacar lo? Muji dia setiap hari, ngasih apa pun yang dia mau meski dompet lo kering, pamerin dia di media sosial, sampai bikin semua orang percaya kalau dia itu sempurna. Vehan juga begitu. Azkayres Vehan Abimana-cowok yang selalu bangga dengan pacarnya, yakin kalau cintanya tulus, yakin kalau pacarnya juga sayang, setia, dan nggak akan pernah mengkhianatinya. Tapi semua keyakinan itu runtuh dalam sekejap, waktu dia nggak sengaja mendengar kalimat yang keluar dari mulut orang yang selama ini dia perjuangkan. "Yang gue suka itu sahabatnya, bukan dia. Lagian mana mau gue sama cowok bodoh dan miskin kayak dia. Kalau bukan karena sahabatnya nempel terus sama dia, mana mau gue deket-deket sama dia?" Sekejap, dunia Vehan hancur. Luka itu berubah jadi dendam. Dan dengan senyum tipis, dia berbisik pelan, "Suka sama sahabat gue? Gue yang bakal bikin jalan cinta lo mampet, sialan." Vehan tahu satu hal: sahabatnya akan selalu lebih memilih dirinya. Dan dari situlah permainan dimulai.
Sada Manah by MabokKecubung
MabokKecubung
  • WpView
    Reads 8,349,300
  • WpVote
    Votes 655,947
  • WpPart
    Parts 101
Lengkara Setya menganggap Nanda Adiguna Maharaja adalah perusak hubungan-perebut kekasihnya. Namun apa jadinya lelaki yang ia benci setengah mati justru malah menikah dengannya karena sebuah tradisi? ⚠ Mpreg, bl
Ayune mas raden {ON GOING} by nanocat_
nanocat_
  • WpView
    Reads 174,887
  • WpVote
    Votes 13,261
  • WpPart
    Parts 43
Tanah Jawa itu tepatnya di desa karawitan seakan akan memanggil cakra untuk pulang ke asal mulanya ia tinggal, termasuk seseorang yang selalu menunggunya di sana. Raden dengan sabar menunggu pujaan hatinya kembali ke desa karawitan, ia tidak mau menyerah untuk menunggunya kembali ke desa ini. "mas" "dalem dek, pripun sayang" "apasih sayang sayang!" Untuk kelanjutan ceritanya ya baca aja ya guys, ini hanya karangan penulis aja ya.
Pecah, Lalu Utuh Olehku - The End by VEE050593
VEE050593
  • WpView
    Reads 31,590
  • WpVote
    Votes 3,396
  • WpPart
    Parts 72
Aku menatap langit-langit kamar, hampa. Dulu, aku bisa berjam-jam memikirkan cerita, melukis dunia dalam benakku. Sekarang? Jangankan dunia, diriku sendiri saja terasa asing. Minat itu hilang, terkubur entah di mana. Mencari makna? Buang-buang waktu. Hidup ini seperti lelucon yang tidak lucu. Cinta? Aku bahkan tidak ingat rasanya. Pada orang lain? Mustahil. Pada diriku sendiri? Lebih mustahil lagi. Aku benci bayangan yang kulihat di cermin. Orang tua? Jangan membuatku tertawa. Atau menangis. Entahlah. Mereka seharusnya menjadi tempatku mencari perlindungan, tapi yang kudengar justru harapan agar aku segera mati. Ironis, bukan? Aku sudah lama mendambakan kematian, jauh sebelum mereka mengatakannya. Bekas luka di pergelangan tanganku terasa nyeri. Bukan fisik, tapi psikis. Aku ingat bagaimana aku menangis meraung-raung saat terbangun di rumah sakit. Mengutuk siapa pun yang telah menyelamatkanku. Kenapa? Kenapa aku masih di sini? Aku hidup karena aku bernapas. Hanya itu. Tidak ada tujuan, tidak ada harapan. Hanya ada luka yang menganga, terlalu dalam untuk disembuhkan. Jika malaikat maut datang esok atau lusa, aku akan menyambutnya dengan senyum. "Kenapa kau lama sekali?" tanyaku. Aku lelah. Sungguh lelah. Dan aku hanya ingin mati.