Patristasia
Audrey Hermawan, 28 tahun, baru saja kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan magister Computer Science di Swedia. Kepulangannya seharusnya menjadi awal yang tenang-kembali ke rumah, keluarga, dan kota yang selama ini ia rindukan.
Namun sejak menginjakkan kaki di Indonesia, malam-malam Audrey tak pernah benar-benar sama.
Ia terus mengalami mimpi yang aneh. Selalu mimpi yang sama. Selalu sosok pria asing yang sama. Wajahnya tak pernah terlihat jelas, tetapi suara, cara berbicara, bahkan namanya selalu identik di setiap mimpi.
Yang paling mengganggu, mimpi itu selalu berakhir tepat pukul 03.17 dini hari.
Awalnya Audrey menganggap semuanya hanya bunga tidur akibat jet lag dan kelelahan. Sampai suatu hari, ia bertemu seseorang yang persis seperti pria dalam mimpinya.